panjikendari.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendukung rencana besar Pemprov Sultra membangun hotel berbintang di kawasan wisata Pantai Toronipa, Kabupaten Konawe.
“Saya mendukung rencana Pemprov Sultra membangun hotel di lokasi wisata Pantai Toronipa dan menjadikan Toronipa sebagai titik koneksivitas dengan tempat-tempat wisata yang lain,” kata Muh Endang SA, kepada sejumlah awak media, di ruang kerjanya, Rabu, 19 Februari 2020.
Olehnya itu, Endang menganjurkan kepada Gubernur Sultra untuk membangun dermaga, pelabuhan, helipad, dan bandara untuk pesawat-pesawat ukuran kecil dalam rangka mendukung Toronipa sebagai titik koneksivitas wisata.
“Supaya kalau orang mau ke Kolaka Utara atau Wakatobi, ke Toronipa dulu,” kata Endang.
Berkenaan dengan rencana pembangunan hotel, politikus Partai Demokrat ini menawarkan sebuah saran kepada Pemprov Sultra supaya realisasi rencana pembangunan hotel tersebut tidak menunggu waktu lama.
Pasalnya, untuk membangun hotel harus menunggu pembahasan APBD Sultra 2021. Jika disetujui melalui APBD 2021 maka berarti hotel baru bisa difungsikan pada akhir tahun 2022.
Bagi Endang, itu masih terlalu lama, apalagi telah dibesar-besarkan bahwa jumlah wisatawan baik domestik maupun regional yang ke Toronipa cukup tinggi.
Makanya, Endang menyarankan, guna menampung wisatawan yang kabarnya banyak itu, Pemprov Sultra sebaiknya membeli sebuah vila yang terletak di titik nol akses jalan Toronipa-Kendari untuk dijadikan hotel.
“Ada satu vila besar di sana, entah itu vila siapa. Mungkin Pemprov bisa negoisasi untuk kita beli saja vila itu, kita kembangkan jadi hotel. Daripada kita menunggu lama bikin hotel mendingan beli saja, pasti mau lah itu pemiliknya,” ucap Endang.
Setelah itu, karena sudah ada sayembara master plan pengembangan objek wisata Pantai Toronipa, maka Endang mengusulkan lagi supaya ada studi banding di Amerika terkait pengelolaan wisata pantai untuk diterapkan di Toronipa.
“Atau mungkin bisa studi banding ke Malibu, atau California, karena di sana kan kota pantai juga. Jadi saya sarankan pak gubernur ke sana untuk studi banding. Kalau kami dibawa juga, ya, Alhamdulillah,” ujar Endang.
Entah pernyataan ini mengandung satire, namun Endang menyatakan dukungannya kepada Pemprov Sultra untuk mengembangkan Pantai Toronipa sebagai kawasan wisata dan menjadi titik koneksivitas dengan tujuan wisata lain.
Endang meyakini, program Pemprov Sultra ini sudah melalui kajian yang luar biasa, apalagi sudah triliunan anggaran dialokasikan ke sana untuk membangun jalan yang diperkirakan usianya bisa mencapai ratusan tahun.
“Kan untuk jangka panjang itu, pembangunan Toronipa itu. Naah, supaya ada percepatan makanya kita usulkan itu. Kita pahami, di sana itu kan bukan untuk tujuan semata, tapi menjadi pusat. Kan begitu kita baca pernyataan gubernur, bahwa di sana akan dijadikan pusat titik koneksivitas,” tambah Endang.
Oleh karena akan dijadikan pusat koneksi antar-wilayah maka Endang mengusulkan agar Pemprov Sultra untuk membangun sarana pendukung seperti pelabuhan, helipad, bandara, dan hotel bintang lima.
“Hanya kan lama ini kalau kita mau bangun hotel bintang lima. Daripada kita menunggu lama dibangun hotel makanya saya saran supaya di-take over itu vila, satu-satunya bangunan besar di sana,” tutupnya.
Sekadar diketahui, selama ini Endang adalah salah seorang legislator yang keras melakukan protes terhadap tiga megaproyek program Pemprov Sultra yang menelan anggaran triliunan.
Bukannya tidak mendukung program tersebut tapi Endang menilai bahwa penganggaran untuk tiga megaproyek tersebut terlalu bombastis dan tidak masuk akal sehingga mengorbankan program perbaikan infrastruktur yang lebih penting lainnya. (jie)








