DPRD dan Dinas PU Kota Kendari Cek Lokasi Langganan Banjir di BTN Multi Graha

- Penulis

Senin, 7 Juni 2021 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan Komisi III DPRD Kendari bersama Dinas PU Kota Kendari saat mengujungi lokasi langganan banjir di BTN Multi Graha.

i

Rombongan Komisi III DPRD Kendari bersama Dinas PU Kota Kendari saat mengujungi lokasi langganan banjir di BTN Multi Graha.

PANJIKENDARI.COM, KENDARI – Kompleks BTN Multi Graha Poasia, kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan. Kondisi itu menjadi keluhan warga setempat. Peduli akan hal itu, anggota DPRD Kota Kendari melakukan kunjungan di wilayah tersebut. Bersama pihak dari Dinas PU, para wakil rakyat mengecek permasalahan yang ada di daerah tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Rajab Jinik, mengatakan, perlu ada perbaikan infrastruktur untuk mengatasi terjadinya banjir di wilayah itu. Salah satunya pembuatan kanal guna mengatur pembuangan air. Namun, hal itu butuh lahan dan perlu dibebaskan.

“Ini menyangkut pembebasan lahan, jadi kita tunggu komunikasi antara lurah, sebelum pembuatan kanal.

Termasuk juga meminta kesepakatan pemilik lahan. Jangan sampai kita sudah turun, masyarakat tidak terima lahan mereka dijadikan sebagai alternatif untuk mengurai air yang masuk ke Multi Graha,” kata Rajab, Senin, 7 Juni 2021.

Alumni FISIP UHO itu menjelaskan, sebenarnya di sekitar kompleks BTN tersebut sudah ada infrastruktur yang dibuat pemerintah seperti drainase untuk menangani banjir. Hanya saja, tidak ada kesinambungan sehingga air merembes tidak menentu arahnya.

“Kita tunggu pak lurah, RT, RW, seperti apa perencanaan mereka, yang nantinya akan disodorkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). ” papar Rajab Jinik.

Sementara itu, Lurah Wundumbatu, Muhammad Azhar Raona menuturkan kondisi lahan yang ada di Kelurahan Wundumbatu khususnya area BTN Multi graha berada di daerah rendah. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab adanya genangan, apalagi ditambah adanya pasang surut air, sehingga ikut mempengaruhi terjadinya genangan ketika hujan tiba.

“Memang ada air tergenang pas di belakang perumahan, itulah yang menjadi masalah tidak ada jalan supaya air itu mengalir. Kami bersyukur anggota DPRD sudah berikan masukan agar dilakukan pembebasan lahan sebelum membuat kanal, ” kata Azhar.

Baca Juga  Seorang Anak Hilang di Hutan Buton, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Ia berharap apa yang disarankan DPRD bisa terealisasi, sehingga tak ada lagi keluhan terjadinya banjir yang merugikan masyarakat. (Burhan)

 

 

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru