Di Balik Ter-OTT-nya Bupati Kolaka Timur

- Penulis

Kamis, 23 September 2021 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

La Ode Ida

i

La Ode Ida

Oleh: Laode Ida

Bupati Kolaka Timur(Koltim), Andi Merya Nur (AMN), kini sudah pakai baju ‘orange’ tahanan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) buah dari OTT (operasi tangkap tangan). Tak sedikit orang terkejut atas kejadian memalukan itu. Ya…, mungkin mereka anggap dia orang baik, perempuan atau ibu rumah tangga yang menjaga marwah diri dan keluarganya. Apalagi perempuan itu masih tergolong usia muda sudah jadi Bupati, memiliki prospek sebagai salah satu srikandi yang jadi pimpinan daerah dari Sultra.

AMN jadi Bupati memang sebuah nasib saja karena posisi aslinya dalam pilkada Kab. Koltim hanya Wakil Bupati (juga sebelumnya adalah Wabup dari Bupati Toni Herbiansyah). Ia dilantik jadi Bupati setelah Allah secara tiba-tiba “memanggil Syamsul Bahri Madjid” untuk beristrahat selamanya di alam barzah. Maka banyak orang pun berharap agar di bawah sosok raga dan jiwa kepemimpinan perempuan Koltim bisa jadi lebih baik. Namun ternyata harapan itu bagai bayang-bayang semu saja alias fatamorgana.

Bagi saya, ter-OTT-nya AMN merupakan hal biasa saja, saya tanggapi dingin saja. Tak ada yang luar biasa atas peritiwa itu. Pertama, setiap manusia punya watak rakus, selalu tak puas dengan kepemilikan harta berdasarkan hak dasar sesuai aturan yang berlaku. Ya… kepala daerah umumnya tidak puas hanya dengan gajinya dan berbagai honor yang niscaya sudah bisa hidup layak bahkan sejahtera. Mereka selalu akan cari cara untuk menimbun kekayaan dengan jalan pintas.

Dan karena berkuasa di mana semua bawahannya memiliki tingkat kepatuhan atau ketakukan yang tinggi, maka posisinya itulah yang dimanfaatkan untuk memperoleh bagian dari uang negara yang dikelola di bawah kendalinya. Sekali lagi, watak rakus. Di mana para pelakunya terkadang menipu mata dan rasa publik dengan menampilkan diri seolah-olah reliji, padahal di balik itu sangat jauh berbeda.

Kedua, AMN tentu saja sudah pengalaman menjadi penonton perilaku dan cara-cara korup selama 5 (lima) tahun jadi Wabup. Pada saya, AMN beberapa kali mengeluhkan kondisi perilaku kotor di daerahnya, di mana terhadap saya pun mengesankan seolah-olah dia bisa lebih baik atau lebih pantas memimpin Kolut. Atau setidaknya, mengganti Pak Toni Herbiansyah sebelum pilkada barangkali akan bisa jadi Koltim lebih baik – tentu niatnya AMN-lah yang akan menggantikannya ketika Bupatinya bermasalah secara hukum.

Kasus-kasus seperti yang diinfokan oleh AMN saat itu pun pernah masuk sebagai aduan di Ombudsman, dan beberapa asisten dalam tim yang saya pimpin pernah turun melakukan investigasi ke Koltim secara tertutup. Hasil temuan itu juga kami koordinasikan atau presentasikan di KPK. Jadi, sekali lagi, budaya praktik korup di Koltim sudah lama berlangsung, sehingga saya kira KPK sudah banyak informasi tentang itu. Sementara Kejaksaan setempat (di Sultra) masih terus diam saja hingga sekarang. Ini juga aneh, karena seharusnya KPK tak usah turun OTT di daerah yang jauh itu karena di sana sudah ada Kejaksaan dan juga kepolisian.

Baca Juga  Warga Roraya Tewas Diterkam Buaya, Tim SAR Temukan Jenazah 1,9 Km dari Lokasi Kejadian

Apa yang mau dikatakan di sini, bahwa sebenarnya ‘salah besar’ jika ada yang beranggapan bahwa di bawah AMN Koltim akan lebih baik atau lebih bersih. Sekali lagi ‘tidak akan’, dan terbukti memang saat ini aib itu sudah tersingkap alias diketahui publik. Begitu cepatnya Allah membuka aib AMN itu, seolah-olah tak memberi ampun. Padahal kalau AMN sholat, pasti akan selalu baca kata ‘wajburni’ di antara dua sujudnya. Rupanya Allah tak mengabulkan do’a AMN itu, entahlah.

Yang menarik lagi, jika kita sedikit telisik ke belakang, AMN ini pernah melakukan aksi ‘norak’, di mana setelah dilantik jadi Bupati yang menyampaikan sikap politik ke publik, yakni tegaskan dukungannya untuk Cagub Sultra 2024. Tak sedikit mengundang reaksi kontroversial atau sikap itu, tapi rupanya AMN pun tetap ‘enjoy’. Ya… itu memang hak politik setiap warga, meski bisa juga dianggap sebagai bagian dari pertontonan kepicikan yang dipengaruhi oleh emosi kesukuan.

Saya pun pernah menyampaikan catatan link kritik itu kepada seorang aktivis dan politisi perempuan yang mengenal atau berteman dengan AMN. Dan saya kaget dengan jawaban singkatnya: “karena dia maju Bang dibantu 13 M”. Wah, saya sangat berharap info dari teks WA ini tidak benar adanya atau hoax. Karena luar biasa, salah satu cukongnya juga adalah berambisi jadi Cagub, belum termasuk cukong-cukong lainnya. Luar biasa. Yang bersangkutan, dan juga kepala daerah atau tokoh-tokoh masyarakat bisa masuk dalam perangkap ijon politik untuk pertarungan pilkada 2024. Sultra nanti akan tergadai oleh para cukong dan pengijon politik. (**)

Jakarta, 23 September 2021

Laode Ida

 

 

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru