BERITA

Bocah Berdarah Muna-Buton Juara Lomba Kaligrafi se-Kabupaten Bekasi

55

Kendari, Panjikendari.com – Bocah kelas 5 Sekolah Dasar (SD) asal Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Dony Sastra Dermawan, keluar sebagai juara II lomba kaligrafi tingkat SD se-Kabupaten Bekasi, pada April 2018.

Dony berhasil tampil sebagai terbaik kedua dari 23 peserta yang mewakili 23 kecamatan dalam kegiatan Pekan Kreativitas (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diselenggarakan Kemenag setempat. Tampil sebagai juara I dalam lomba kaligrafi tersebut adalah perwakilan dari Kecamatan Cikarang Pusat.

Meski hanya meraih juara kedua, putra kelahiran Bekasi 23 Maret 2007 dari pasangan Amiruddin (45 th) dan Rukayah (42), itu sudah membuat bangga kedua orangtuanya.

Amiruddin mengaku bangga dan haru atas prestasi yang telah diukir anak bungsunya. Dony adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, duduk di bangku SD 04 Telaga Asih. Ia menjadi juara pertama lomba kaligrafi tingkat kecamatan Cikarang Barat, dan melaju ke tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah, Dony bisa juara dua di tingkat kabupaten. Itu sudah luar biasa bagi saya karena meski hanya belajar otodidak, Dony bisa bersaing dengan peserta yang belajar khusus kaligrafi,” kata Amiruddin, melalu selulernya, Kamis, 17 Mei 2018.

Menurut Amir, di balik karakternya yang pendiam, Dony memiliki bakat menggambar sejak kecil. Nanti di bangku kelas 4 SD, Dony mulai belajar kaligrafi sendiri melalui internet, tanpa ada guru.

Lomba kaligrafi tingkat Kabupaten Bekasi

Hasil karya Dony Sastra Dermawan yang mengantarkannya sebagai juara II dalam lomba kaligrafi tingkat Kabupaten Bekasi.

Sebenarnya, kata Amir, Dony sudah sering ikut lomba kaligrafi. Namun selama ini belum beruntung. Berkat kegigihan dan kemauan yang tinggi dalam mengasah bakat menggambarnya, Dony pada akhirnya berhasil tampil sebagai juara pertama di tingkat kecamatan dan tingkat rayon, yang mengantarkannya ke tingkat kabupaten.

“Dia anaknya pintar. Selalu menjadi juara satu di kelas. Begitu juga di TPA. Saya bangga dan terharu melihatnya menjadi juara dua lomba kaligrafi. Tidak gampang meraih prestasi itu, apalagi dia hanya belajar otodidak, sementara yang lain punya guru kaligrafi,” kisah Amiruddin.

Amiruddin adalah pria kelahiran Desa Bangkali, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Menikah dengan gadis asal Kabupaten Buton, dikaruniai tiga orang anak.

Amir meninggalkan tanah kelahirannya sejak 1992, saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA 2 Raha. Kini, Amir sekeluarga sudah menjadi warga Bekasi dan menjalani kehidupan sehari-harinya sebagai wiraswasta.

Melihat bakat dan potensi yang dimiliki anaknya, Amir memiliki harapan ingin mengantarkan anaknya sebagai seorang arsitektur.

“Hanya saja, Dony sudah mulai tanya-tanya tentang pesantren. Nanti kita lihat saja perkembangannya, bagaimana nanti,” tutup Amiruddin. (panjikendari)

Beri Komentar
Loading...

Terpopuler

Panji Kendari merupakan media online yang mengabarkan peristiwa terkini di jazirah Sulawesi Tenggara dengan mengedepankan potensi daerah, potensi wisata, dan kejadian-kejadian untuk para pembaca.

STATISTIK WEB

Facebook

To Top
error: Content is protected !!