panjikendari.com – Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memperingatkan adanya cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada awal Maret 2019, khususnya yang berpotensi terjadi tanggal 3 hingga 5 Maret 2019.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Ramlan SSi MSi, dalam siaran persnya menyampaikan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan Sabtu 2 Maret 2019, terpantau adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

Kata dia, MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya. MJO diprakirakan akan bergerak melintas wilayah Indonesia yang dapat bertahan hingga satu minggu ke depan.

Kondisi ini, lanjut Ramlan, menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya di Indonesia bagian Barat dan Tengah, yang membawa dampak meningkatnya potensi curah hujan di wilayah Sulawesi.

“Bersamaan dengan itu, Massa udara basah lapisan rendah dan indeks labilitas sedang sampai kuat terkonsentrasi di wilayah Sultra,” terang Ramlan.

Selain itu, hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah Laut Banda dan Laut Flores, serta adanya belokan dan konvergensi di wilayah Sulawesi Tenggara, juga menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas Sedang hingga lebat di wilayah Sulawesi Tenggara (Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Bombana, dan Wakatobi).

“Gelombang dengan ketinggian >1.25 – 2.5 meter diprakirakan terjadi di Perairan Kepulauan Sula dan Perairan Kepulauan Banggai,” sabut Ramlan.

Olehnya itu, BMKG Sulawesi Tenggara mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga pada periode awal Maret, khususnya dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Kondisi ini dapat meningkat hingga pertengahan Maret 2019. (jie)

Beri Komentar