Alasan RSUD Muna Tak Bayar Insentif Perawat Akhirnya Terungkap

- Penulis

Selasa, 22 Mei 2018 - 00:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raha, Panjikendari.com – Alasan pihak RSUD Muna belum membayar insentif tenaga perawat honorer di rumah sakit tersebut akhirnya terungkap. Anggaran yang tiba-tiba berkurang menjadi alasan utama.

Ketua Komisi III DPRD Muna, Awaluddin SP, menuturkan, pihaknya sudah menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang Dirut RSUD Muna dr Agus Susanto Daud Lindu, di Gedung DPRD Muna, Senin, 21 Mei 2018.

Menurut Awaludin, berdasarkan keterangan Dirut RSUD Muna, anggaran untuk RSUD berkurang sebesar Rp 10 miliar.

Semula, kata Awal, total anggaran untuk RSUD Muna sebagaimana tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBD mencapai Rp 21,9 miliar.

Namun belakangan diketahui bahwa RSUD Muna ternyata hanya mengandalkan PAD dalam membiayai kegiatan atau program yang ada.

“Target PAD RSUD itu maksimal Rp 11 miliar. Ada anggaran untuk belanja di RSUD yang tidak jelas kemana. Padahal kan dalam DIPA jelas bahwa RSUD mendapat porsi Rp 21,9 miliar,” terang Awal.

Artinya, menurut Awaludin, ada anggaran sekitar Rp 10 miliar yang seharusnya dapat membiayai insentif pegawai medis dan non-medis termasuk perawat honorer, tidak jelas dialihkan kemana.

“Menurut pak direktur, Pemda tidak mengalokasikan dana APBD untuk rumah sakit karena sudah berubah status dari Satker (Satuan Kerja) menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Makanya ini yang kita mau pertanyakan ke Pemda,” katanya.

Awaludin menegaskan, pihaknya akan tetap menelusuri anggaran tersebut dengan mengagendakan kembali rapat dengar pendapat dengan pihak keuangan dan Bappeda. (panjikendari)

Facebook Comments
Baca Juga  Honor Perawat Tak Terbayar, Dewan Akan Hearing Dirut RSUD Muna

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
Lebih dari Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Aksi Solidaritas Petani Sawit untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera
KAI Divre III Palembang Angkut 67.763 Penumpang, Naik 14 Persen Selama Libur Nataru 2025/2026
Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling yang Sering Diremehkan
Gempa M 4.8 Guncang Tenggara Sultra: Dirasakan di Konawe Kepulauan, Buton Utara, hingga Kendari
Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,28 Juta, Sultra Naik Jadi 46.720 Orang

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 07:34 WITA

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

Senin, 26 Januari 2026 - 07:31 WITA

Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:25 WITA

Lebih dari Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:48 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Aksi Solidaritas Petani Sawit untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:42 WITA

KAI Divre III Palembang Angkut 67.763 Penumpang, Naik 14 Persen Selama Libur Nataru 2025/2026

Berita Terbaru