Boven Digoel Nol Kasus Covid-19, Apindo Berterima Kasih ke Tim Gugus Tugas

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2020 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Apindo Boven Digoel, Simon Tuwok (baju putih/kanan)

i

Ketua Apindo Boven Digoel, Simon Tuwok (baju putih/kanan)

Panjipapua.com – Wakil Bupati Boven Digoel, Provinsi Papua, H Chaerul Anwar ST, melalui siaran persnya menyatakan bahwa jumlah pasien Covid-19 pada Selasa, 30 Juni 2020, adalah nol.

“Berdasarkan informasi dari Kepala Balai Litbangkes Provinsi Papua, pada hari ini Selasa 30 Juni 2020, terhadap hasil pemeriksaan PCR pada 31 orang dengan rincian; tiga orang pasien Covid-19 yang dirawat di RS Boven Digoel, 10 orang rapid reaktif, dan 18 orang kontak erat pasien Covid-19, semua dinyatakan hasilnya negatif,” demikian konfrensi pers tertulis Wakil Bupati Boven Digoel, H Chaerul Anwar ST.

Ia berharap, semua masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan, jaga kesehatan, dan berolahraga teratur.

Data nol kasus Covid-19 tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Boven Digoel, Simon Tuwok. “Saya sebagai warga Boven Digoel merasa lega, karena kasus Covid-19 di daerah kami dinyatakan nol kasus, terima kasih kepada ketua dan semua tim gugus tugas Covid-19 yang kurang lebih sudah bekerja maksimal sehingga angka nol bisa tercapai, atau tidak ada kasus lagi,” katanya.

Tentu, lanjut dia, itu semua juga karena dukungan dari masyarakat dengan berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung ataupun dengan berbagai kritik lewat medsos.

“Dan semuanya itu baik, satu harapan kami adalah kalau bisa konfrensi pers juga dengan penggunaan anggaran Rp 107 miliar yang bersumber dari APBD 2020, sehingga masyarakat juga tahu tentang penggunaan anggaran tersebut,” katanya.

Simon Tuwok menyampaikan bahwa ada tiga hal yang dilakukan oleh pemerintah baik pusat, propinsi, maupun kabupaten yang sesering mungkin menjadi perhatian Presiden yakni; penanganan masalah kesehatan (Covid-19 ), penanganan dampak Sosial, dan penanganan dampak ekonomi (stimulus ekonomi).

“Untuk Boven Digoel kedua masalah di atas sudah berjalan, walaupun masih kurang menurut saya, akan tetapi dampak ekonomi terhadap pelaku usaha terutama usaha kecil dan menegah, ini sama sekali tidak tersentuh. Pertanyaan saya ada apa? sampai kami pelaku usaha ini terluput dari Pemerintah Boven Digoel? atau Pelaku usaha di Boven mungkin mampu semua,” ketusnya.

Baca Juga  Peringati HUT ke-5 Muna Barat, Rajiun Undang Rusman dan Jajarannya

Menurutnya, pelaku usaha dalam hal ini UMKM sangat banyak, mulai dari kontraktor kecil (K1, K2, K3), kelompok tani sayur, pedagang pasar, pedagang di pondok, pengusaha transportasi darat maupun kali, yang mana cukup banyak menyerap tenaga kerja (informal), saat ini banyak yang menganggur.

Kata dia, banyak pedagang di pasar yang sudah tidak bisa berjualan lagi karena tidak ada pembeli. Banyak sopir yang kehilangan mata pencahariannya karena mobilnya tidak beroperasi akibat tidak ada penumpang dan aturan kesehatan yang begitu ketat. Para petani tidak bisa menanam sayur lagi karena pemasok pupuk yang tidak ada.

Saat ini, lanjut dia, perputaran uang di masyarakat sangat kecil karena hanya tergantung dari gaji ASN saja. “Itupun juga sangat terbatas, kalau awal bulan saja yang kelihat perputaran uang agak meningkat karena ASN baru terima gajinya,” ujarnya.

Menurut dia, ketergantungan masyarakat terhadap APBD sangat terlihat jelas pada saat ini. Sektor swasta sama sekali tidak bertumbuh dengan baik di daerah itu. “Terima kasih mas Covid yang telah membuka pikiran dan mata saya bahwa selama ini pembangunan tidak berjalan seimbang,” katanya.

Simon Tuwok  mengatakan, ada ketimpangan pada salah satu pilar pembangunan yakni swata (dunia usaha), sebagaimana diketahui bahwa tiga pilar pembangunan adalah pemerintah, masyarakat, dan swasta.

“Ketiga tiang ini harus bersama-sama tumbuh dan kuat, harus berdiri seimbang, tidak boleh tinggi rendah, harus sama rata, agar supaya Rumah Besar yang kita bangun bersama ini akan menjadi pelindung, dan mensejahterakan kita yang ada di dalamnya,” tutupnya. (roy)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru