Panjikendari.com, Muna – Alumni SMA Negeri 1 Watopute tahun 2006 memiliki solidaritas yang tinggi terhadap sesama alumninya. Kepedulian itu ditunjukkan melalui penggalangan dana membantu rekan mereka yang menjadi korban kebakaran pasar Laino di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, belum lama ini.
Bantuan diserahkan langsung kepada korban pada Sabtu, 13 Juni 2020. Perwakilan Alumni ’06 SMA Negeri 1 Watopute, Rusmidin mengatakan, bantuan itu merupakan hasil penggalangan dana dari rekan sesama alumni tahun 2006 SMA Negeri 1 Watopute.
Aksi sosial itu merupakan inisiatif dan kepedulian bersama demi membantu rekan mereka yang mengalami musibah kebakaran pasar.
“Tentu saja kami prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita yang mengalami musibah kebakaran. Apalagi, salah satu korbannya merupakan alumnus ’06 dari SMA Negeri 1 Watopute,” ujarnya.
Aksi solidaritas ini direncanakan sejak setelah terjadinya kebakaran. “Jadi, waktu pengumpulan donasi kami targetkan selama satu minggu. Alhamdulillah hari ini terkumpul sesuai target yang telah direncanakan,” ujarnya.
Mewakili Angkatan 2006 SMAN 1 Watopute, Rusmidin berharap, bantuan itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sekaligus meminta seluruh korban agar senantiasa tabah dan ikhlas, serta dapat mengambil hikmah dari musibah ini.
“Jika dilihat dari jumlahnya, mungkin bantuan ini tidak sebanding dengan kerugian yang diderita. Namun setidaknya bantuan ini bisa sedikit membantu meringankan beban korban dalam merintis usaha yang baru,” ungkap Rusmidin yang juga Dosen salah satu Universitas di Sulawesi Barat itu.
Sementara itu, Saharuddin (32), penerima bantuan mengaku, bersyukur kepada Allah SWT, dan berterimakasih atas kepedulian dan sumbangsih Alumni 2006 SMA Negeri 1 Watopute.
“Bantuan ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT memberikan balasan setimpal bagi alumni ’06 SMA Negeri 1 Watopute,” ungkap Saharudin.
Sebelumnya, pada Jumat, 5 Juni 2020, Pukul 02.00 Wita terjadi kebakaran di Pasar Laino Kabupaten Muna. Sekira 500 los di Pasar tradisional itu ludes dilalap api. Terdiri dari kios pedagang pakaian, kosmetik dan kios yang menjual peralatan rumah tangga. Akibat musibah tersebut, tak banyak barang yang bisa diselamatkan. Kerugian ditaksir ratusan miliar rupiah. (has)








