panjikendari.com – Ratusan warga Kelurahan Palangga, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, hadiri acara silaturahmi dan pengukuhan Masyarakat Pencinta Rajiun (MPR) di salah satu rumah warga, Senin, 10 Februari 2020.
Dalam sambutannya, La Ode M. Rajiun Tumada menyinggung adanya indikasi pengrusakan baliho bergambar dirinya pada beberapa titik di Kabupaten Muna.
Ia melihat, dari sekian banyak baliho bacalon Bupati Muna hanya baliho dirinya yang diduga dirusak oleh oknum tertentu. Jika memang benar dirusak oleh orang bertanggung jawab, kata dia, maka bisa saja itu tanda-tanda kepanikan atau kegalauan.
“Jangan cuma beraninya pada baliho. Kalau memang berani hadapai saya secara langsung. Kita dialog, apa masalahnya sampai baliho harus dirusak,” kesalnya.
Rajiun juga mengungkapkan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah pertarungan ide dan gagasan dalam membangun Muna agar dapat maju sejajar dengan daerah-daerah seusianya di Sulawei Tenggara.
Menurutnya, momen Pilkada sejatinya menjadi pertarungan ide dan gagasan. Masyarakat yang menilai, apakah akan mempertahankan rasa yang lama atau mau ganti rasa. “Saudara-saudara sudah merasakan racikan setiap bupati sejak Dokter Baharuddin, Rusman Emba. Dan tak ada salahnya jika ingin merasakan racikan Rajiun Tumada dalam menyuguhkan program untuk Muna Maju 2020,” katanya.
Pada kesempatan itu, Rajiun berjanji, jika ia terpilih dan dalam waktu tiga tahun tak dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Muna maka dia siap melepas jabatan sebagai wujud pertanggungjawaban seorang pemimpin yang tak mampu mengurus wilayahnya.
“Jika ingin membangun Muna harus sepenuh hati, jangan setengah-setengah. Misalnya pengaspalan jalan dilakukan hanya pada saat tahun-tahun terakhir masa jabatan, sedangkan volume jalan yang mesti diaspal masih begitu panjang. Artinya, itu hanya pancingan,” ucapnya.
Dalam silaturahmi itu pula Rajiun menyampaikan bahwa banyak program program prorakyat yang akan dilaksanakan jika nantinya ia terpilih menjadi Bupati Muna.
Diantaranya seragam sekolah gratis, buku nikah gratis, honor para imam masjid/modhin, pendeta dan pemuka agama lainnya dan masih banyak lagi program lain yang akan diluncurkan.
“Tapi satu-satu saya sebutkan, jangan sampai dicontoh lagi,” katanya. (has/fya)







