Bidik Potensi Pertanian Sultra, Kementan Pacu Ekspor dan Investasi

- Penulis

Kamis, 19 September 2019 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

panjikendari.com – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) lakukan langkah percepatan pacu ekspor komoditas pertanian asal Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pembangunan pertanian yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah telah membuahkan hasil. Berdasarkan data IQFAST di Karantina Pertanian Kendari di tahun 2018 tercatat lalulintas domestik 8 produk pertanian asal Sultra dengan total 1,9 juta ton. Komoditas tersebut masing-masing beras 27,3 ribu ton, kakao 990,6 ton, jahe 65,5 ton, lada 839,2 ton, cengkeh 3,04 ribu ton, 3,9 ribu ton, 45,04 ribu ton dan kacang mede 4,5 ribu ton.

Saat ini hampir seluruh eksportasi produk, kecuali kakao dilakukan  tidak langsung, namun melalui Surabaya dan Makassar. Ini menjadi perhatian baik bagi pemda maupun pemerintah pusat.

“Harusnya semua produk pertanian asal Sultra dapat mencontoh kakao disini. Selain diolah lebih dulu juga diekspor langsung,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil saat lakukan kunjungan kerja di Kendari, Kamis 19 September 2019. Jamil menyempatkan lakukan pemeriksaan karantina di gudang PT Kalla Kakao Indonesia (PT KKI), Kendari.

Jamil mengapresiasi pelaku usaha yang telah mampu mengekspor produk pertanian dalam bentuk jadi.

Menurutnya, ini akan memberi dampak baik bagi petani mampun masyarakat lain dengan penyerapan tenaga kerja.

“Terlebih untuk pasar ekspor, harapannya petani juga mendapatkan manfaat dengan dapat harga jual yang lebih tinggi,” tambahnya.

Pihak PT KKI sendiri mengolah kakao yang berasal dari petani di Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe dan Bombana. Kakao diolah menjadi kakao butter, kakao cake dan kakao powder. Semenjak tahun 2016 pihaknya telah dapat mengekspor ke  Belanda, Jerman, dan Spanyol.

Layanan karantina pertanian di Kendari telah menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor. Tercatat untuk periode Januari hingga September 2019 sebanyak 320 ton produk PT KKI ini telah diekspor.

Baca Juga  Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS

“Kami juga lakukan pemeriksaan karantina di gudang pemilik agar bisa mempercepat arus barang dipelabuhan,” jelas Jamil.

Hal ini sesuai instruksi Menteri Pertanian, ekspor dan investasi yang menjadi fokus pembangunan pertanian kedepan. Ini yang akan terus kita lakukan percepatan layanan sekaligus promosi potensi agar dapat menarik investor. Baik dibidang budidaya maupun olahan.

“Sesuai instruksi pak Mentan, kita lakukan terobosan dan kolaborasi. Gelar ‘karpet merah” untuk eksportir dan investor yang hadir untuk mengembangkan produk pertanian,” tandas Jamil.

Layanan Klinik bagi Eksportir dan Investor

Kepala Karantina Pertanian Kendari, LM Mastari menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan Kepala Barantan untuk memacu ekspor dan investasi pihaknya telah lakukan koordinasi dengan seluruh stakecholder.

Rapat koordinasi dengan instansi terkait dan pelaku usaha agribisnis yang dilanjutkan dengan visitasi lapangan secara proaktif guna memetakan masalah dan mencari solusinya telah beberapa kali digelar.

“Hasilnya mulai dapat dirasakan, antara lain komitmen kesiapan penyediaan kontainer di kargo penerbangan oleh pihak maskapai Garuda Indonesia,  pengembangan kawasan produk pertanian berorientasi ekspor oleh dinas terkait dan juga tersedianya layanan Klinik Ekspor di Pelabuhan Kendari New Port (KNP),” katanya.

Menurut Mastari, layanan ini merupakan inisiasi dari Bea Cukai Kendari bersama dengan Karantina Pertanian Kendari. Dengan layanan 24 jam 7 hari ini, diharapkan permasalahan kepabean dan perkarantinaan pada proses bisnis ekspor dapat diselesaikan dengan cepat.

Sementara itu, Tenaga Ahli  Menteri Pertanian, Prof Farid Bahar yang juga hadir dalam monitoring tempat pemeriksaan karantina sekaligus  melepas ekspor 60 ton kakao butter dengan tujuan Jerman.

Ia mengapresiasi upaya proaktif Barantan dan jajarannya dalam memetakan masalah dan mencarikan solusi bagi pelaku usaha. Farid berharap upaya pacu ekspor sekaligus mendatangkan investor dapat segera membuahkan hasil. (jie)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra
Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen
KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:57 WITA

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WITA

Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terbaru