Guru Sebarkan Faham Radikalisme akan Di-Staf-kan

- Penulis

Kamis, 11 April 2019 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Dr Hj Andi Intan Dulung, M.Hi saat berbicara di hadapan peserta workshop Integrasi Nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menimbulkan harmoni kehidupan di salah satu hotel di Kabupaten Konawe, Kamis, 11 April 2019.

i

Dr Hj Andi Intan Dulung, M.Hi saat berbicara di hadapan peserta workshop Integrasi Nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menimbulkan harmoni kehidupan di salah satu hotel di Kabupaten Konawe, Kamis, 11 April 2019.

panjikendari.comGuru yang sengaja menyebarkan faham radikalisme ke siswa didiknya sebaiknya tidak diizinkan lagi mengajar, tapi di “parkir” sebagai staf.

“Langkah dilakukan untuk menjaga dan mencegah berkembangnya faham radikalisme di kalangan pelajar dan siswa,” usul Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Dr Hj Andi Intan Dulung, M.Hi saat berbicara di hadapan peserta workshop Integrasi Nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menimbulkan harmoni kehidupan di salah satu hotel di Kabupaten Konawe, Kamis, 11 April 2019.

Usulan Andi ini menjawab keluhan sejumlah peserta workshop di Konawe yang resah dengan adanya himbauan oknum guru tertentu agar siswa tidak perlu lagi mengikuti apel bendera serta kegiatan sekolah lainnya yang dinilai tidak sesuai dengan faham dianutnya.

Pasca di “stafkan” kata Andi Intan, semua guru yang sudah terindikasi dan terpapar paham radikalisme dibina dan diberikan pemahaman mendalam, khususnya menyangkut nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, empat ciri faham radikalisme dapat dideteksi dari seseorang yang diduga terpapar faham radikalisme,  yakni ingin mendirikan negara khusus, mengumbar kebencian, mengkafir-kafirkan orang serta anti terhadap dasar negara Pancasila.

Workshop Integrasi Nilai-nilai agama dan budaya yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) diikuti seratusan guru agama Islam se Kabupaten Konawe dan Kota Kendari menghadirkan pembicara lokal dan nasional. (rls)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jeruk Siam Premium Mokoau Naik Kelas, Petani Mulai Ubah Mutu Menjadi Nilai Jual
KWT di Muna Dilatih Olah Limbah Ikan dan Komba-Komba Jadi Bokashi untuk Padi Gogo Paewuna
HUT ke-81 RI di Site Lameruru, Tiran Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kebersamaan
Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak
Yusuf Rimbose Dorong Pemuda Butur Masuk Dunia Kerja, Peran PT GGM Dinilai Buka Peluang bagi Anak Daerah
Kendari Jadi Wilayah Penerima MBG Terbesar di Sultra
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WITA

Jeruk Siam Premium Mokoau Naik Kelas, Petani Mulai Ubah Mutu Menjadi Nilai Jual

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

KWT di Muna Dilatih Olah Limbah Ikan dan Komba-Komba Jadi Bokashi untuk Padi Gogo Paewuna

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:29 WITA

HUT ke-81 RI di Site Lameruru, Tiran Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kebersamaan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WITA

Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak

Senin, 18 Mei 2026 - 10:20 WITA

Yusuf Rimbose Dorong Pemuda Butur Masuk Dunia Kerja, Peran PT GGM Dinilai Buka Peluang bagi Anak Daerah

Berita Terbaru