Titiek Soeharto Serukan Perlindungan Hutan dan Penegakan Aturan yang Lebih Tegas

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titiek Soeharto mendorong penguatan pengawasan dan perlindungan hutan, serta meminta pemerintah bertindak tegas untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Jakarta — Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, menyampaikan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyusul temuan kayu gelondongan yang terseret banjir di sejumlah wilayah di Sumatera. Temuan tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata adanya keserakahan dan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas penebangan hutan.

Dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Kamis (4/12/2025), Titiek mengungkapkan keprihatinannya. Ia menilai ukuran kayu yang mencapai diameter sekitar satu setengah meter menunjukkan bahwa pohon tersebut telah tumbuh selama puluhan tahun.

“Terus terang saya sedih, ngenes menyimak. Bayangkan kayu sebesar itu, perlu puluhan tahun untuk tumbuh. Ini manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya dengan serakah memotong-motong kayu seperti itu,” ujarnya seperti dilansir Akurat.co.

Titiek menekankan bahwa pohon besar berperan penting menahan erosi dan menjaga kualitas udara, namun kini diperlakukan semena-mena. Kekesalannya semakin memuncak ketika melihat rekaman sebuah truk pengangkut kayu balak yang melintas di jalan raya hanya dua hari setelah banjir terjadi.

“Itu truk lewat dengan kayu balak. Sungguh menyakitkan. Kalau orang Jawa bilang, ngece, mengejek rakyat Indonesia,” kata Titiek.

Ia mendesak Menteri Kehutanan untuk mengusut tuntas perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dan memastikan praktik penebangan pohon besar benar-benar dihentikan.

“Tolong, jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebang. Hentikan semua ini. Kami tidak mau ada alasan moratorium lagi,” tegasnya.

Titiek juga menyoroti maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertambangan yang dinilainya menyebabkan kawasan hutan gundul secara masif. Ia meminta pemerintah memperketat persyaratan perizinan agar pembabatan hutan tidak terus berlangsung tanpa kendali.

“Gundulnya bukan sedikit. Ini akibat land clearing. Jangan kita biarkan begitu saja,” katanya.

Lebih lanjut, Titiek menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi menyangkut harga diri bangsa. Ia meminta Menhut bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Siapa pun itu kalau merusak tanah dan hutan kita, tindak Pak. Bapak enggak usah takut, kami di belakang Bapak,” tutupnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maxim Tembus 100 Juta Unduhan di Indonesia, Perkuat Layanan Mobilitas Digital
Elnusa Petrofin Dukung Standarisasi Armada Pertamina untuk Perkuat Distribusi Energi Nasional
Elnusa Petrofin Perkuat Program Hutan Petrofin, Dukung Target Net Zero Emission 2060
Elnusa Petrofin Gandeng Insan Pers Bali Perkuat Narasi Energi Nasional Lewat Pena Petrofin Awards 2026
Elnusa Petrofin Bekali Pelajar Bali Literasi Digital dan Pemanfaatan AI melalui Petrofin Journalist Academy
Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal
Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026
Yusuf Rimbose Bagikan 200 Bibit Kelapa kepada Warga Lahumoko

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:06 WITA

Maxim Tembus 100 Juta Unduhan di Indonesia, Perkuat Layanan Mobilitas Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:45 WITA

Elnusa Petrofin Dukung Standarisasi Armada Pertamina untuk Perkuat Distribusi Energi Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:14 WITA

Elnusa Petrofin Perkuat Program Hutan Petrofin, Dukung Target Net Zero Emission 2060

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:45 WITA

Elnusa Petrofin Gandeng Insan Pers Bali Perkuat Narasi Energi Nasional Lewat Pena Petrofin Awards 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 16:37 WITA

Elnusa Petrofin Bekali Pelajar Bali Literasi Digital dan Pemanfaatan AI melalui Petrofin Journalist Academy

Berita Terbaru