Kementerian PU Pastikan Pemulihan Tujuh Ruas Jalan Utama di Lintas Timur, Barat, dan Tengah Aceh

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Aceh yang terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor. Fokus utama saat ini adalah memulihkan konektivitas pada sejumlah ruas utama di jalur Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas sosial ekonomi warga terdampak sesegera mungkin.

Guna menjalankan upaya tersebut, Kementerian PU telah memobilisasi dan mengalihkan alat berat dari berbagai proyek infrastruktur terdekat. Tujuannya agar pembukaan akses jalan yang tertimbun material longsor maupun banjir berlangsung lebih cepat, sekaligus memitigasi risiko masalah sosial akibat terhambatnya pasokan kebutuhan pokok.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan darurat ini. Menurutnya, pemulihan akses transportasi adalah kunci sebelum melangkah ke tahap perbaikan permanen.

“Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” ujar Menteri Dody Hanggodo.

Berdasarkan data lapangan, kondisi jalur Lintas Timur Aceh saat ini relatif kondusif dan tidak menghadapi kendala signifikan. Meskipun terdapat dua jembatan yang sempat terputus, proses perbaikan tengah dikebut dengan target penyelesaian pada 12 Desember 2025.

Sejumlah ruas vital di Lintas Timur, meliputi ruas Lhokseumawe–Aceh Utara hingga Langsa, Langsa–Kuala Simpang, serta Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara, sudah kembali terhubung. Sejak 3 Desember 2025, jalur ini telah fungsional dan dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan. Kendati demikian, petugas di lapangan masih terus melakukan pembersihan sedimen dan sisa material banjir untuk mengembalikan kondisi jalan yang optimal.

Sementara itu, penanganan intensif juga dilakukan di Lintas Barat Aceh. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memastikan sejumlah ruas di jalur ini telah kembali fungsional. Fokus pekerjaan saat ini adalah pembersihan material longsoran di beberapa titik rawan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.

Baca Juga  ANAK PETANI JUGA BISA BISNIS PROPERTI : Perjalanan Jatuh Bangun Developer Ali Sarbani

Di sisi lain, tantangan terberat berada di jalur Lintas Tengah Aceh. Kerusakan infrastruktur di wilayah ini cukup masif. Tercatat ada 13 jembatan yang terputus serta badan jalan yang tergerus aliran sungai, khususnya pada akses menuju wilayah Takengon dan sekitarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian PU memprioritaskan pemasangan jembatan bailey secara bertahap dan penanganan darurat pada badan jalan yang amblas.

Saat ini, beberapa ruas di Lintas Tengah sudah dapat dilalui meski dengan kondisi terbatas. Ruas Simpang Uning–Blangkejeren baru dapat diakses oleh kendaraan roda dua. Sedangkan untuk ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, akses masih menunggu penyelesaian jalur menuju Jembatan Kr. Beutong yang ditargetkan rampung pada 17 Desember 2025 mendatang.

Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya dikerahkan agar pemulihan tujuh ruas jalan utama di Lintas Timur, Barat, dan Tengah Aceh dapat segera tuntas, sehingga roda perekonomian masyarakat Aceh dapat kembali berputar normal.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal
Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026
Yusuf Rimbose Bagikan 200 Bibit Kelapa kepada Warga Lahumoko
Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WITA

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal

Senin, 18 Mei 2026 - 19:01 WITA

Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA