Pelatihan Wirausaha Ibu Dharma Wanita FKIP UHO Kenalkan Konsep Chemo-Entrepreneurship pada Air Alkali Kaya Hidrogen

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 06:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta menyimak materi PkM.

i

Peserta menyimak materi PkM.

KENDARI, Panjikendari.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (FKIP UHO) menggelar Pelatihan Wirausaha dengan Pendekatan Chemo-Entrepreneurship (CEP): Studi pada Air Alkali Kaya Hidrogen, Selasa 14 Oktober 2025, di Aula FKIP UHO.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internal FKIP UHO, yang melibatkan Ibu Dharma Wanita FKIP UHO, masyarakat umum, pengusaha herbal, apoteker, serta alumni Pendidikan Kimia.

Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., MP., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“FKIP UHO mendorong setiap dosen untuk tidak hanya unggul dalam pengajaran dan penelitian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung. Pelatihan ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat diolah menjadi ide kreatif dan peluang usaha yang bermanfaat,” ujar Dr. Damhuri.

Uji kualitas AMDK dan air Kangen water berdasarkan keasaman (pH), antioksidan menggunakan ORP, dan mikro partikel.

Ia menambahkan, kegiatan yang melibatkan Ibu Dharma Wanita ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat wirausaha berbasis pengetahuan di kalangan keluarga besar FKIP UHO dan masyarakat luas.

“Kami sangat mendukung inisiatif dosen dan mahasiswa untuk membawa hasil risetnya ke masyarakat, apalagi jika hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan. Inilah wajah pengabdian perguruan tinggi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Rahmanpiu, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi tridharma perguruan tinggi dalam menunjukkan penerapan ilmu kimia yang dapat diadaptasi menjadi peluang wirausaha berbasis kesehatan.

“Kegiatan ini sangat penting karena menunjukkan bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus dapat memberi manfaat nyata. Pendekatan Chemo-Entrepreneurship ini menginspirasi bahwa sains bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi,” ujar Dr. Rahmanpiu.

Penjelasan kualitas air minum. Berdasarkan keasaman (pH), antioksidan, mikropartikel.

Ia menambahkan, kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa FKIP ini sejalan dengan visi fakultas untuk mengembangkan pendidikan berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat.

“Program ini tidak hanya memperkuat keterlibatan sivitas akademika dalam pengabdian, tetapi juga mendorong transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat melalui kegiatan yang aplikatif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa FKIP UHO akan terus mendukung kegiatan yang mendorong kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan praktik kewirausahaan.

“Pendekatan Chemo-Entrepreneurship adalah contoh bagaimana ilmu kimia bisa menjadi sumber inspirasi usaha dan gaya hidup sehat,” tegasnya.

Pelatihan wirausaha.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Rahmanpiu, S.Pd., M.Si, bersama tim dosen FKIP UHO: Prof. Dr. Nurlansi, M.Si; Drs. Haeruddin, M.Si; Dr. H. Abraham Rahman, S.Pd., M.Si; Maysara, S.Pd., M.Pd; Esnawi, S.Pd., M.Pd; Wa Ode Mulyana, S.Si., M.Sc; dan Wa Ode Alkmalia, S.T., M.Pd.

Baca Juga  Aktifkan Rumah Ibadah, Pemkot Kendari Bentuk Tim Surpervisi

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa serta bekerja sama dengan PT Enagic Japan Indonesia, produsen mesin Kangen Water.

Dalam pemaparannya, Dr. Rahmanpiu menjelaskan bahwa pendekatan Chemo-Entrepreneurship (CEP) merupakan metode pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu kimia dengan dunia usaha.

“Selama ini ilmu kimia sering dianggap hanya sebatas teori di laboratorium. Padahal jika dipahami dengan benar, konsep kimia bisa menjadi dasar untuk membangun usaha yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” katanya.

Topik utama dalam pelatihan ini adalah air alkali kaya hidrogen, yang memiliki manfaat kesehatan karena mampu menjaga keseimbangan asam-basa tubuh dan bertindak sebagai antioksidan alami.

Menurut Rahmanpiu, tubuh manusia idealnya memiliki pH darah antara 7,35–7,45. Kondisi tubuh yang terlalu asam atau berada di bawah batas normal dapat memicu gangguan pencernaan, metabolisme, hingga hormonal yang berpotensi menimbulkan penyakit kronis.

“Air alkali dapat membantu menetralkan kelebihan asam dalam tubuh, menjaga fungsi fisiologis, serta mendukung metabolisme yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, kandungan hidrogen dalam air alkali juga berperan menetralisir radikal bebas, zat yang dapat merusak sel dan mempercepat penuaan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa air alkali kaya hidrogen dapat mendukung metabolisme, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, serta gangguan pernapasan.

Pelatihan ini tidak hanya membahas teori ilmiah, tetapi juga memberikan panduan praktis untuk menjadikan produk air alkali sebagai peluang usaha berbasis kesehatan. Peserta diperkenalkan pada teknologi mesin Kangen Water, yang mampu menghasilkan air terionisasi dengan ukuran partikel kecil sehingga mudah diserap tubuh.

“Kami ingin peserta, khususnya Ibu-ibu Dharma Wanita, memahami bahwa peluang usaha bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana, bahkan dari air yang menyehatkan,” tutur Rahmanpiu.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan inspiratif. Peserta aktif berdiskusi mengenai manfaat air alkali, proses pembuatannya, hingga potensi pasar produk air sehat.

Di akhir kegiatan, Rahmanpiu berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan wirausaha yang berlandaskan ilmu pengetahuan.

“Kami ingin masyarakat belajar bahwa wirausaha bisa dimulai dari hal sederhana, bahkan dari segelas air yang menyehatkan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terbaru