Panjikendari.com – Langit mendung, hujan turun membasahi bumi. Ratusan santri Baitul Qur’an Kendari berbaris rapi di halaman pesantren. Memanfaatkan jeda hujan yang sempat reda, para santri dari Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitul Qur’an Kendari menggelar upacara bendera yang khidmat dan penuh makna. Upacara ini menjadi simbol kuatnya semangat nasionalisme dan komitmen para santri dalam menghadapi tantangan zaman.
Meskipun cuaca kurang bersahabat, semangat para santri tidak pernah pudar. Santri kelas 1 tampil mengenakan aneka seragam profesi dan pakaian adat Nusantara. Mereka tampak antusias dan bahagia mengikuti upacara untuk pertama kalinya di Ponpes Baitul Qur’an Kendari. Demikian pula santri lainnya yang berseragam sekolah, berdiri tegak dengan mata berbinar dan hati penuh harapan, sementara petugas upacara dari kalangan santri menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
Pimpinan Baitul Qur’an Al Askar Kendari, H. Muh. Nur Alfiq, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat nasionalisme sebagai landasan kokoh bagi bangsa Indonesia.

“Semangat nasionalisme di lingkungan pesantren Baitul Qur’an harus terus digaungkan dengan landasan keimanan agar persatuan kita semakin kuat untuk memerangi kebodohan dan kemalasan,” ujarnya penuh keyakinan.
Menurutnya, kehadiran Pesantren Baitul Qur’an Kendari merupakan upaya strategis untuk menciptakan generasi Qurani yang tangguh, berakhlak mulia, serta menjadi pilar pengokoh bangsa Indonesia.
“Santri Baitul Qur’an harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam setiap aspek kehidupan. Haram bagi santri Baitul Qur’an berbuat maksiat, haram pula bagi anak-anak santri melakukan tindakan yang di luar ajaran Islam,” tegasnya.
Alfiq juga mengingatkan para santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan potensi diri, serta menjaga perilaku, adab, dan etika di manapun berada.
“Saat ini kita harus berperang melawan kebodohan dan kemalasan yang kerap membuat kita lalai untuk meng-upgrade diri menjadi santri yang berkualitas. Jangan malas belajar dan murojaah, perangi kemalasan itu dengan komitmen yang kuat untuk menjadi lebih baik, dan tetap istiqamah,” pesannya penuh semangat.

Ia juga mengingatkan santri agar tidak terpedaya dengan kemajuan teknologi yang bisa menjerumuskan.
“Kita harus melawan kemaksiatan dengan banyak belajar, murojaah, dan tidak boleh terpedaya dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.
Upacara bendera ini menjadi simbol semangat juang dan komitmen para santri Baitul Qur’an Kendari dalam membangun bangsa yang lebih baik, serta menjadi generasi kuat, berani, dan berdedikasi tinggi sebagai calon pemimpin masa depan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama santri dan guru, serta pengumuman dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba yang digelar MI Baitul Qur’an dalam rangka memperingati HUT RI ke-80. (Fya)







