Konda, 22 Maret 2025 – Sabtu pagi itu, Agrowisata California diselimuti suasana yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya tempat ini dipenuhi wisatawan yang menikmati kesejukan alam, kali ini lantunan adzan dan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di udara. Lomba Religi Ramadhan Mubarak, yang memperlombakan Lomba Adzan dan Khat Al-Qur’an, menjadi ajang bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan mereka.
Acara ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan Pondok Pesantren Alam Nurul Ilmi Agrowisata California kepada masyarakat luas. Pesantren yang berada di kawasan agrowisata ini mengusung konsep pendidikan berbasis alam dengan fokus utama pada hafalan Al-Qur’an (tahfidz), tilawah, dan ilmu tajwid.
Harapan Besar dari La Mimin: Membangun Generasi Islami
Dalam sambutan penutupnya, Direktur Utama Agrowisata California, La Mimin, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar ajang kompetisi, tetapi juga langkah kecil dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
“Manusia terbaik adalah mereka yang meskipun napasnya telah berhenti, amalnya terus mengalir. Maka, perlombaan ini adalah bagian dari upaya kita untuk membentuk generasi yang membawa kebaikan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun bangsa,” ujar La Mimin.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Meski diakui masih ada beberapa kekurangan, namun baginya yang terpenting adalah memulai sesuatu yang baik.
“Kita harus memulai, karena dari sana kita bisa belajar dan memperbaiki. Insya Allah, tahun depan acara ini akan lebih besar dan lebih baik lagi,” tambahnya.
Suasana Perlombaan: Antusiasme Santri dan Peserta
Di sekitar arena perlombaan, suasana begitu hidup. Anak-anak peserta lomba tampak bersemangat, sementara dewan juri menilai dengan cermat setiap penampilan. Saat adzan dikumandangkan, suasana mendadak hening. Suara merdu para peserta menggema di kawasan agrowisata, menciptakan nuansa syahdu yang menggetarkan hati.

Di sisi lain, lomba khat Al-Qur’an tak kalah menarik. Dengan penuh kesungguhan, para peserta menggoreskan pena, menciptakan tulisan indah bertemakan ayat-ayat suci.
Saat waktu istirahat tiba, anak-anak memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Ada yang berlarian ke pincara, bermain di ayunan, atau sekadar menikmati keindahan kolam ikan. Beberapa tampak penasaran menjelajahi villa mungil yang tertata rapi, sementara yang lain mengamati tanaman daun bawang dan jambu kristal yang tumbuh subur di sekitar lokasi.
Pesan dari Ustadz Anwar: Langkah Awal Menuju Kompetisi yang Lebih Besar
Sementara itu, Ustadz Anwar, panitia sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Alam Nurul Ilmi, menegaskan bahwa acara ini baru awal dari perjalanan panjang.
“Pondok ini baru berjalan kurang lebih enam bulan, jadi untuk tahap awal kami mengadakan lomba adzan dan khat Al-Qur’an. Insya Allah, di tahun-tahun mendatang, kami akan menghadirkan perlombaan yang lebih menantang, seperti hafalan juz 1 atau juz 30,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sebelum acara puncak ini, para santri telah menyelesaikan berbagai perlombaan lain, seperti Tadarus, Iqra’, Shalat, dan Tasrif.
“Tasrif itu adalah jantungnya belajar bahasa Arab. Jika mereka menguasainya, maka mereka akan lebih mudah memahami kitab-kitab kuning dan memperkaya pemahaman agama mereka,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Ustadz Anwar berharap agar acara ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi bisa diselenggarakan lebih sering.
“Jika memungkinkan, kenapa tidak kita adakan tiga kali dalam setahun? Karena semakin banyak anak-anak kita terlibat dalam kegiatan positif seperti ini, semakin besar pula manfaat yang bisa kita berikan,” tutupnya dengan optimisme.
Membentuk Tradisi Islami di Agrowisata California
Dengan berakhirnya acara ini, suasana Agrowisata California kembali tenang. Namun, gema adzan yang mengalun sepanjang hari itu akan terus terpatri di hati para peserta dan tamu yang hadir. Lomba Religi Ramadhan Mubarak bukan hanya ajang unjuk kemampuan, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana yang disampaikan La Mimin, kegiatan ini adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Generasi Qur’ani sedang tumbuh, dan Agrowisata California menjadi saksi dari perjalanan mulia ini. (*)








