BEM UHO Soroti Isu Pemangkasan Anggaran Pendidikan

- Penulis

Sabtu, 15 Februari 2025 - 06:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BEM UHO, Nabil Al Mahmud

i

Ketua BEM UHO, Nabil Al Mahmud

Kendari, Sulawesi Tenggara – Protes terhadap pemangkasan anggaran pendidikan terus meluas. Kali ini giliran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) memberikan tanggapan terkait isu pemangkasan anggaran pendidikan tersebut, khususnya yang berdampak pada program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Isu ini menjadi perhatian bagi mahasiswa penerima manfaat, mengingat KIP-K memiliki peran penting dalam menunjang akses pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi.

Nabil Al Mahmud selaku Ketua BEM UHO menyampaikan bahwa mahasiswa penerima KIP-K sangat bergantung pada program ini untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Menurutnya, KIP-K bukan sekadar bantuan biaya pendidikan tetapi juga bentuk keberpihakan negara terhadap keadilan seluruh masyarakat Indonesia dalam menempuh pendidikan.

“Ini bukan sekedar bantuan biaya, menurut saya ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap generasi muda dalam menempuh pendidikan,” kata Nabil sapaan akrabnya, Jum’at, 14 Februari 2025.

Jika isu pemangkasan anggaran KIP-K terealisasi, pasti biaya pendidikan akan meningkat, kemudian hal tersebut akan mempengaruhi kualitas pendidikan dan pastinya sangat berdampak pada mahasiswa kurang mampu.

“Jika kebijakan ini terealisasi, biaya pendidikan pasti meningkat dan ini akan berdampak pada mahasiswa yang kurang mampu,” paparnya.

“Bisa saja mereka berhenti kuliah dan itu akan mempengaruhi kualitas pendidikan kita,” tambahnya.

Menurutnya, stabilitas penganggaran terhadap pendidikan harus menjadi sorotan utama di negara ini karena pendidikan merupakan hal yang sangat fundamental.

Jika berbicara tentang kemajuan bangsa, pendidikan memiliki peranan penting bagi Indonesia yang berkategorikan sebagai negara berkembang.

Ia juga mengajak kepada seluruh BEM se-Sulawesi Tenggara untuk mengikuti perkembangan isu ini serta mengawal informasi yang berkaitan dengan keberlanjutan program KIP-K yang menjadi harapan bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga  Kebakaran di TPA Puuwatu: Survival Warga dan Harapan di Balik Puing-Puing

“Saya mengajak BEM se-Sultra untuk bersama-sama mengawal kebijakan ini,” pungkasnya.(**)

Penulis: Gogon

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terbaru