Seleksi Berkas Calon Bawaslu Muna Barat Diduga Ada Kejanggalan

- Penulis

Kamis, 12 Juli 2018 - 13:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				LM Junaim

i

LM Junaim

panjikendari.com – Tim seleksi (Timsel) telah mengumumkan hasil seleksi berkas calon anggota Bawaslu 17 kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara (Sultra).

Namun, proses seleksi yang telah dilakukan masih menyisakan sejumlah kejanggalan, khususnya di Kabupaten Muna Barat (Mubar).

Dugaan kejanggalan datang dari salah seorang pendaftar yang dinyatakan tidak lulus seleksi berkas.

Adalah La Ode Muhammad Junaim, salah seorang pendaftar seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Muna Barat, mengungkap adanya aroma kurang sedap pada tahapan seleksi berkas calon anggota Bawaslu Mubar.

Kepada panjikendari.com, Kamis, 12 Juli 2018, Junaim mengungkapkan, dalam tahapan seleksi administrasi, Timsel calon anggota Bawaslu terkesan tidak fair.

Masalahnya, LM Junaim mengaku dinyatakan lengkap administrasi, dibuktikan dengan adanya daftar isian berkas yang diberi tanda cheklist pada semua kolom persyaratan.

Disamping itu, ia juga memiliki pengalaman pernah menjadi penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan serta melampirkan bukti tulisan opini di media lokal sebagai syarat tambahan untuk mendongkrak poin penilaian.

Namun, Junaim yang memiliki ijazah sarjana dinyatakan tidak lulus berkas. “Anehnya, Timsel justru meluluskan pendaftar yang berijazah SMA dan tidak memiliki pengalaman kepemiluan serta tidak melampirkan karya tulis atau opini,” terang Junaim.

Junaim menyampaikan, jika berkas yang dia setor diberi nilai berdasarkan acuan pedoman penilaian yang ada, maka dirinya mendapat poin 6, berdasarkan beberapa unsur penilaian, yaitu, 3 poin untuk ijazah S1, penyelenggara pemilu tingkat kecamatan 2 poin, dan 1 poin untuk penulisan opini lokal.

“Sementara, pendaftar yang saya sebutkan tadi, berijazah SMA, tanpa pengalaman kepemiluan, dan tidak ada tulisan opini, itu bisa lolos berkas. Padahal kan kalau kita scoring, dia cuma dapat poin 1,” sebut Junaim sambil menyampaikan bahwa dirinya memiliki bukti-bukti tentang itu.

Baca Juga  Pemkot-Lapas Kendari Latih Napi Cara Bertani

Bukan hanya itu. Junaim menambahkan, Timsel juga meloloskan pendaftaran yang integritasnya patut dipertanyakan karena yang bersangkutan pernah disorot publik dalam kasus dugaan pemalsuan keterangan domisili.

Menurutnya, ada indikasi timsel lalai, tidak cermat memeriksa dan memutuskan kelulusan berkas. “Jika pemberkasan saya ada yang kurang, mestinya ada konfirmasi dari pihak Timsel.”

“Namun sampai keluarnya pengumuman, tidak ada konfirmasi. Atas dasar itu, saya anggap berkas saya lengkap,” paparnya.

Seharusnya, kata dia, timsel memperhatikan kompetensi pelamar sebagai dasar penilaian, bukan justru meloloskan yang integritas dan pengalaman kepemiluan tidak ada.

Olehnya itu, Junaim merasa aneh dan heran dengan keputusan Timsel tersebut. Padahal, saat mendaftar di KPU, ia bisa melewati tahapan pemberkasan, tes tulis CAT, dan psikologi, hingga tembus sampai 12 besar.

Junaim mendesak timsel untuk meninjau kembali hasil penelitian administrasi dan alasan ketidaklolosannya dalam tahap seleksi berkas.

“Saya hargai proses yang telah dilakukan Timsel, tapi prosedur dan mekanisme tidak boleh terabaikan karena ini menyangkut integritas Timsel dalam melahirkan penyelenggara pemilu yang akuntabel, berkualitas dan profesional.”

“Saya ragu jangan sampai timsel menggadaikan profesionalismenya yang pada akhirnya melahirkan penyelenggara yang tidak profesional,” tandas Junaim.

Junaim masih enggan menyebutkan nama pendaftar yang diloloskan tersebut karena pertimbangan privasi yang bersangkutan. Hanya saja, ia mengaku siap menunjukkan bukti-bukti bila diperlukan.

Selain meragukan profesionalitas Timsel, Junaim juga meminta kepada pihak-pihak yang terlibat langsung mengawasi proses seleksi untuk serius melakukan pengawasan agar seleksi calon anggota Bawaslu kali ini benar-benar fair dan tidak sarat kongkalingkong.

Ketua Timsel calon anggota Bawaslu kabupaten/kota zona Sultra I, Irfan Ido, yang hendak dikonfirmasi mengenai hal ini melalui WhatsAppnya, belum memberikan jawaban. (jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA