Penurunan Angka Kemiskinan di Muna dan Mubar Tak Signifikan

- Penulis

Kamis, 11 Februari 2021 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Muna, Kadir Pua. (Foto: Erwino/panjikendari.com)

i

Kepala BPS Muna, Kadir Pua. (Foto: Erwino/panjikendari.com)

Panjikendari.com – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar) pada 2019-2020 mengalami tak signifikan.

Hasil pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat angka kemiskinan di Muna dari 28.470 jiwa atau 12,85 persen pada tahun 2019, menurun menjadi 28.730 jiwa atau 12,83 persen di tahun 2020.

Sedangkan, untuk Mubar dari 11.520 jiwa atau 13,84 persen di tahun 2019, turun menjadi 11.320 jiwa atau 13,30 persen di tahun 2020. Hal ini menunjukan, angka kemiskinan di dua daerah tersebut tidak mencapai 1 persen. Bahkan sangat jauh. Selisihnya hanya sebesar 0,2 persen dan 0,54 persen.

“Data itu diperoleh sesaat sebelum pandemi Covid-19 melanda daerah kita,” ungkap Kepala BPS Muna saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 11 Februari 2021.

Kadir menerangkan, dari segi presentase, angka kemiskinan di Muna mengalami penurunan, namun terjadi peningkatan terhadap jumlah jiwa. Totalnya kurang lebih sekitar 300 jiwa.

“Berbeda dengan Mubar, dari segi presentase memang besar. Hanya saja jumlah jiwanya lebih rendah, karena jumlah penduduknya juga memang lebih rendah dari Muna,” sebutnya.

Untuk gambaran masyarakat miskin di 2021 ini, Kadir memperkirakan akan terjadi kenaikan. Sebab, semasa itu telah dilalui masyarakat dengan kondisi daerah yang terdampak Covid-19. Artinya, sebelum memasuki pandemi saja, penurun angka kemiskinan tidak signifikan. Apalagi setelah pandemi melanda.

“Kita tau sendiri, jika Covid ini sangat berdampak bagi kebutuhan hidup masyarakat pada sehari-harinya. Penghasilan jadi berkurang, bahkan sampai tak bisa lagi bekerja,” imbuhnya.

Nah, dengan adanya hal itu, Kadir berharap saat pendataan Maret 2021 mendatang, masyarakat lebih terbuka untuk memberikan respons yang jujur kepada para petugas BPS agar data penduduk miskin yang dihasilkan nantinya bisa lebih akurat.

Baca Juga  Pemkot Kendari Akan Bangun Monumen Kalosara

“Kesalahan hitung itu bisa saja terjadi karena kurangnya keterbukaan dari masyarakat atas keadaannya. Makanya, dibtuhkan jawaban yang sejujur-jujurnya. Toh, dalam pelaksanaanya juga tidak dibebani biaya, alias gratis,” ujarnya. (Erwino)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru