Sultra Ekspor Puluhan Ton Biji Mete ke Vietnam

- Penulis

Jumat, 15 Januari 2021 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sultra, Ali Mazi, melepas ekspor Jambu Mete.

i

Gubernur Sultra, Ali Mazi, melepas ekspor Jambu Mete.

Panjikendari.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kendari memfasilitasi pelepasan ekspor 48 ton biji mete asal Provinsi Sulawesi Tenggara ke negara tujuan ekspor, Vietnam.

Biji mete atau Anacardium occidentale yang diekspor dengan nilai perdagangan sekitar Rp939 juta ini diberangkatkan melalui Pelabuhan New Port Kendari.

“Ekspor kali ini terlaksana atas kerja sama Pemda Buton Utara dan pengusahanya, kami selaku otoritas karantina memfasilitasi ekspor dengan memastikan biji mete telah memenuhi persyaratan teknis,” kata Kepala Karantina Pertanian Kendari, N. Prayatno Ginting, sesaat setelah lakukan penyerahan sertifikat karantina atau Phytosanitary Certificate (PC) di Kendari, Jumat (15/1).

Gubernur Sultra, Ali Mazi yang hadir dan turut menyaksikan pelepasan perdana biji mete diawal tahun 2021 ini memberikan dukungan dan mendorong penuh terhadap upaya peningkatkan ekspor.

Gubernur menyebutkan, selain biji mete banyak hasil pertanian ekspor unggulan asal wilayahnya, antara lain  kopra, kakao, beras, cengkeh, jagung, lada, kemiri dan sarang burung walet.

Potensi dan Peluang Biji Mete

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinaan, Junaidi yang hadir mewakili Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) menyebutkan bawa peluang dan potensi ekspor komoditas asal sub sektor perkebunan ini sangat besar.

Dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Barantan secara nasional tercatat adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Di tahun 2020 tercatat 288,3 ribu ton atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2019 yang hanya  141,7 ribu ton saja.

Sementara itu, biji mete asal Indonesia pun telah menjadi langganan di enam negara tujuan, yakni : Vietnam, India, Srilanka, Kamboja, Jerman, Republik Czech, tambah Junaidi.

Untuk data lalu lintas ekspor biji mete di Sultra, Prayatno menyebutkan ekspor biji mete di wilayah kerjanya tercatat rutin dikirim ke negara India dan Vietnam dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga  Meningkatkan Kompetensi Maritim: Port Academy Adakan 5 Pelatihan di Seluruh Indonesia

Di tahun 2020, volume ekspor biji mete mencapai 103,7 ton dengan nilai perdagangan mencapai Rp 15,5 miliar. “Angka ekspor biji mete Sultra sebesar 0,6% dari total perdagangan domestik biji mete Sultra,” kata Prayatno.

Dikatakan Prayatno lagi, pihaknya mencatat volume biji mete yang dilalulintaskan ke Makassar maupun ke Surabaya di tahun 2020 mencapai 15,6 ribu ton dengan total nilai Rp 80,13 miliar. Selain Kabupaten Buton Utara, terdapat kabupaten lainnya di Sultra yang memiliki potensi ekspor biji mete.

“Penghasil mete di Sultra hampir seluruh kabupaten, khususnya jazirah Muna dan Buton, harapannya juga bisa diekspor. Dengan gerakan tiga kali ekspor pertanian yang digagas Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) kami siap untuk memfasilitasi petani biji mete untuk menangkap pasar ekspor yang lebih besar lagi,” jelas Prayatno.

Sebagai informasi, Gratieks adalah program upaya peningkatan ekspor pertanian yang dikomandani Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil. Melalui gerakan ini Kementan bersama-sama dengan berbagai entitas menargetkan nilai ekspor meningkat tiga kali lipat hingga tahun 2024.

“Ini tidak boleh berhenti, harus berjalan terus, gali terus potensi ekspor komoditas pertanian Indonesia agar produk pertanian kita lebih luas lagi jangkauannya di pasar internasional,” pungkas Junaidi. (adv)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal
Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026
Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda
Yusuf Rimbose Bagikan 200 Bibit Kelapa kepada Warga Lahumoko
Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WITA

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal

Senin, 18 Mei 2026 - 19:01 WITA

Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA