Usung RAPI Pakai Tandu, Masyarakat Kontunaga Tersinggung Disebut Budak

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2020 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mewakili masyarakat Kontunaga, sekelompok pemuda menyatakan ketersinggungannya karena disebut budak setelah mereka mengarak pasangan RAPI pakai tandu.

i

Mewakili masyarakat Kontunaga, sekelompok pemuda menyatakan ketersinggungannya karena disebut budak setelah mereka mengarak pasangan RAPI pakai tandu.

Panjikendari.com – Mengekspresikan kecintaannya terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati Muna, La Ode Rajiun Tumada dan H La Pili (RAPI), masyarakat Kecamatan Kontunaga mengarak atau mengusung RAPI dengan menggunakan tandu saat kampanye beberapa hari lalu.

Namun kreativitas masyarakat mengangkat pasangan RAPI dengan menggunakan tandu diplesetkan ke hal-hal yang berbau rasis oleh kelompok tertentu.

“Kami sangat tersinggung disebut-sebut seperti itu (budak, red). Itu bentuk penghinaan terhadap kami. Padahal, kami pikul pak Rajiun sama pak Pili, itu bentuk kecintaan kami terhadap mereka,” kata Musran, warga Desa Liabalano, Minggu, 25 Oktober 2020.

Senada dengan Musran, pemuda Desa Kontunaga, Hasrat, menambahkan, ada kelompok tertentu yang menggiring isu tersebut ke hal-hal berbau rasis. Dia menduga, kelompok tersebut adalah kubu pendukung petahana yang sudah kehabisan isu untuk membendung kekuatan RAPI yang semakin kokoh menuju Pilkada Muna.

“Yang bertarung di Pilkada Muna ini hanya dua pasang. Rajiun-La Pili dan Rusman-Bachrun. Jadi kita bisa tebak dari mana yang menyebut kami sebagai budak,” kesalnya.

Hasrat sangat menyayangkan kelompok tertentu yang terkesan sengaja memprovokasi masyarakat dengan menyebut kasta.

“Kami masyarakat Kontunaga sangat marah mendengar itu, bissanya mereka bilangkan kita budak, bela. Hanya orang-orang primitif yang berpikiran seperti itu. Kami warga Kontunaga bukan budak, tapi ini bentuk kecintaan kami kepada pasangan RAPI,” ujarnya.

Sementara itu, pemuda asal Desa Bungi, Asmin, menambahkan, tandu yang dipakai untuk memikul Rajiun dan La Pili dibuat oleh masyarakat setempat, sebagai kreativitas masyarakat Kontunaga.

“Kami juga ingin tampil beda dengan kecamatan lain saat menyambut RAPI. Sebenarnya pak Rajiun tidak mau naik, tapi kami paksa, karena kami tidak mau kecewa. Sudah capek-capek bikin tandu, tapi tidak mau dipake,” tuturnya.

Dia mengatakan, keliru jika Rajiun-La Pili diandaikan sebagai raja dan masyarakat sebagai budak. “Ini justru akan membangkitkan semangat kami masyarakat Kontunaga untuk berjuang agar RAPI ini bisa terpilih di Pilkada Muna nanti,” tegasnya.

Olehnya itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat Kontunaga untuk bersama-sama mengintropeksi diri dan berpikir serta menunjukkan bahwa pihaknya bisa membantu melawan meruntuhkan dinasti kekuasaan.

“Kami sudah konsolidasi dengan tokoh-tokoh masyarakat terkait hal ini, dan mereka sepakat untuk bersatu melawan penguasa yang selama ini tidak memikirkan kepentingan masyarakat dan terkesan membohongi masyarakat,” tutupnya. (jie)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Elnusa Petrofin Dukung Standarisasi Armada Pertamina untuk Perkuat Distribusi Energi Nasional
Elnusa Petrofin Bekali Pelajar Bali Literasi Digital dan Pemanfaatan AI melalui Petrofin Journalist Academy
Nelayan Menui Hilang Kontak di Perairan Morowali Ditemukan Selamat
Urundana Petani Milenial Diminati Diaspora, Peserta dari Luar Negeri Siap Ikuti Webinar Internasional
Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban: Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–India di New Delhi
Respons Humanis Holding Perkebunan Nusantara: PalmCo Pastikan Perlindungan dan Pendampingan bagi Korban Longsor
KAI Catat Peningkatan Pengguna LRT Jabodebek pada 2 Desember 2025
KAI Daop 8 Surabaya Lakukan Perbaikan Perlintasan Sebidang JPL 36 Jalan Deltasari, Pengendara Diimbau Antisipasi

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:45 WITA

Elnusa Petrofin Dukung Standarisasi Armada Pertamina untuk Perkuat Distribusi Energi Nasional

Senin, 1 Juni 2026 - 16:37 WITA

Elnusa Petrofin Bekali Pelajar Bali Literasi Digital dan Pemanfaatan AI melalui Petrofin Journalist Academy

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:14 WITA

Nelayan Menui Hilang Kontak di Perairan Morowali Ditemukan Selamat

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:36 WITA

Urundana Petani Milenial Diminati Diaspora, Peserta dari Luar Negeri Siap Ikuti Webinar Internasional

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:50 WITA

Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban: Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–India di New Delhi

Berita Terbaru