Tinjau Bendungan Jragung, Menteri Pekerjaan Umum Beberkan Fungsi Strategis Dukung Program Swasembada Pangan

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 07:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terus dikebut penyelesaiannya. Dalam tinjauannya pada Jumat (5/9/2025), Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memaparkan fungsi strategis bendungan tersebut sebagai salah satu pilar utama untuk mewujudkan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Progres konstruksi proyek Pembangunan Bendungan Jragung yang digarap sejak Oktober 2020 ini tercatat sudah mencapai 88% dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada September 2026.

Menteri Dody menegaskan bahwa Bendungan Jragung akan menjadi penopang utama bagi ribuan hektare lahan pertanian. Dengan kapasitas tampung mencapai 90 juta meter kubik, bendungan ini dirancang untuk mengairi Daerah Irigasi Jragung seluas 4.053 hektare dan membuka lahan potensial baru seluas 473 hektare. Dengan suplai air yang konsisten, para petani diharapkan dapat menikmati irigasi premium yang memungkinkan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun.

“Harapan saya di tahun 2027 sudah dapat mengairi 4.500-an hektare lahan pertanian, sehingga akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 200 persen menjadi 300 persen. Dan ini dapat mensupport program Bapak Presiden Prabowo dalam swasembada pangan,” kata Menteri Dody di sela-sela kunjungannya.

Memiliki luas genangan 451 hektare, Bendungan Jragung juga berpotensi menyuplai air bagi 4.528 hektare lahan pertanian di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak (Kecamatan Karangawen, Mranggen, dan Guntur), termasuk pengembangan ke Kecamatan Tegowanu dan Tanggung Harjo di Grobogan.

Lebih lanjut, Bendungan Jragung tidak hanya berfungsi untuk irigasi. Infrastruktur multifungsi ini memiliki peran strategis lain yang tak kalah penting. Salah satunya adalah penyediaan air baku sebesar 1.000 liter per detik yang akan didistribusikan untuk kebutuhan warga di Kota Semarang (400 liter/detik), Kabupaten Grobogan (250 liter/detik), dan Kabupaten Demak (350 liter/detik).

Selain itu, bendungan ini juga dirancang sebagai pengendali banjir yang mampu mereduksi dampak banjir hingga 45%. Potensi lainnya adalah sebagai sumber energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.

Baca Juga  Ledakan Ekonomi Indonesia Menciptakan Peluang Baru bagi Profesional Lokal

Di sisi lain, kehadiran proyek raksasa ini ternyata sudah membawa denyut ekonomi baru bagi warga sekitar bahkan sebelum rampung. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, menjelaskan bahwa akses jalan baru sepanjang 9,4 km menuju bendungan telah memicu munculnya usaha-usaha kecil.

“Sepanjang akses menuju bendungan yang dibangun 9,4 km, sudah banyak warung yang memanfaatkan pemandangan bendungan. Ini jelas menggerakkan ekonomi warga,” ujar Sudarto.

Salah satu pedagang, Nur Samsiyah, mengaku memanfaatkan peluang ini sejak momen Idul Fitri 2025 lalu. “Sejak Ramadhan lalu banyak warga ngabuburit ke sini untuk menikmati pemandangan bendungan, jadi kami manfaatkan peluang itu untuk berjualan,” ungkapnya dengan antusias.

Peninjauan proses pembangunan bendungan oleh Menteri PU menggarisbawahi bahwa Bendungan Jragung bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah infrastruktur dengan fungsi strategis yang menyeluruh; mulai dari mendukung ketahanan pangan nasional, menyediakan air bersih, mengendalikan banjir, hingga membangkitkan ekonomi kerakyatan; yang selaras dengan visi swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

 

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal
Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026
Yusuf Rimbose Bagikan 200 Bibit Kelapa kepada Warga Lahumoko
Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WITA

Tiran Nusantara Group Gandeng UHO, Siapkan Program Magang dan Rekrutmen SDM Lokal

Senin, 18 Mei 2026 - 19:01 WITA

Bupati Buton Utara Perpanjang Kerja Sama Jamsostek, 8.000 Pekerja Rentan Dijamin Tahun 2026

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA