Kendari – Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihsan Baron Kendari kembali menerima puluhan santri baru tahun ajaran 2022 yang lulus melalui proses seleksi. Para santri tersebut, lulus di kelas reguler (SMA dan SMP, serta kelas program Takhasus Villa Qur’an (Tahfidzul Quran tingkat SMP).
Dengan demikian, Ponpes Al-Ihsan Baron Kendari yang berdiri pada tahun 2018 telah menerima santri sebanyak lima angkatan untuk SMP dan dua angkatan untuk SMA serta angkatan pertama untuk kelas Takhasus.
Pengasuh Ponpes Baron Kendari, KH. Amrin Amrullah, saat silaturahmi dengan para wali santri, Ahad, 17 Juli 2022, menyampaikan, tahun 2022 ini merupakan tahun kelima menerima santri dan sudah dua kali melaksanakan wisuda.
“Alhamdulillah sejak pondok ini berdiri, kita sudah mewisuda 70 orang lebih dari dua angkatan. Yang masuk hari ini adalah angkatan kelima untuk SMP, angkatan kedua untuk SMA.”
“Tahun ini ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini tahun khusus karena kami membuka program beasiswa untuk kelas Takhasus yang pesertanya diseleksi secara ketat. Yang lolos seleksi hanya beberapa orang dari sekian banyak pendaftar,” terang Amrin Amrullah.
Pada kesempatan itu, Amrin Amrullah kembali menegaskan komitmen pihak yayasan bahwa Pondok Pesantren Al-Ihsan Baron Kendari didirikan untuk membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia atau melahirkan pemimpin yang berkarakter Islam, sebagaimana telah dituangkan dalam visi-misi Ponpes.
Adapun visi dari Ponpes Al-Ihsan Baron yaitu mewujudkan lembaga pendidikan Islam rujukan yang mampu mengantarkan peserta didik memiliki karakter pemimpin berkepribadian Islam dengan spesifikasi menjadi scientist (ilmuwan) moslem scholar (ulama), dan enterpreneur (pengusaha).
Sedangkan misinya yaitu; 1). Mewujudkan miniatur lingkungan Islami dalam pondok pesantren untuk menciptakan suasana kehidupan yang Islami; 2). Mewujudkan suasana keasramaan yang Islami; 3). Menerapkan kurikulum yang mampu mengantarkan para santri memiliki pola sikap dan pola pikir yang berasaskan Aqidah Islam; 4). Menyelenggarakan pendidikan dan pembinaan yang mampu mengantarkan para santri menjadi hafidz Quran dan calon ulama; 5). Menyelenggarakan pembinaan Bahasa Arab dan Inggris; 6). Mewujudkan organisasi santri yang menjadi wadah pengkaderan kepemimpinan bagi seluruh santri; dan 7). Membangun network dengan lembaga pendidikan lain.
Dalam rangka mewujudkan visi misi tersebut, Amrin Amrullah menyadari bahwa, hal itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada kolaborasi tiga elemen, yakni, pengurus Ponpes, orangtua santri, dan santri itu sendiri.
Ia mengatakan, dalam upaya mendidik dan membina para santri, pihaknya sangat mengharapkan kerja sama dengan orangtua santri.
“Pelajar SMP umum yang masuk pondok kelas SMA tentu akan membutuhkan proses untuk beradaptasi dengan kehidupan pondok. Yang baru tamat SD tentu lebih banyak penyesuaian, terutama mengenai pola hidup yang mau tidak mau harus diajarkan untuk hidup mandiri. “Di sinilah hal-hal penting yang perlu dikomunikasikan dengan bapak ibu sekalian,” harapnya.
Menurutnya, kesuksesan seorang anak dalam menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren tidak hanya bergantung pada tenaga pengajar di pondok, namun juga dibutuhkan peran orangtua. Dalam artian, seberapa kuat orangtua melepas anaknya untuk belajar dan hidup mandiri di pondok.
“Tidak jarang ada santri yang tidak lanjut karena antara orangtua dan anak tidak mampu berpisah sehingga gagal melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Namun demikian, banyak santri yang sukses menimba ilmu di pondok pesantren. Bahkan, ada keluarga yang secara berkesinambungan menyekolahkan anaknya di pondok pesantren.
“Ini menjadi tren kehidupan masa kini di mana masyarakat atau orang tua sangat antusias untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren,” terangnya.
Lebih jauh, Amrin menjelaskan, Ponpes Al-Ihsan Baron yang beralamat di Jalan Subsidi II, Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, memang masih seumur jagung sehingga sarana dan prasarana belum memadai.
“Kondisi fasilitas kita memang belum memadai. Kami sadari itu. Untuk melaksanakan pertemuan silaturahmi dengan orangtua santri seperti ini, kita harus meminjam masjid warga sekitar pondok. Kendati demikian, perlahan-lahan kita akan benahi. Saat ini kita sedang membangun masjid pondok dan merehabilitasi gedung. In Syaa Allah, dalam beberapa bulan kedepan sudah bisa difungsikan. Semua itu kita lakukan demi kenyamanan dan keamanan para santri,” katanya.
“Dan tahun ini adalah tahun yang luar biasa diuji oleh Allah SWT. Dua tahun pandemi, kemudian kita sangat terbatas dengan sarana-prasarana. Tapi Alhamdulillah kita bisa lalui ujian itu,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Amrin juga menyampaikan terima kasihnya kepada para donatur atau dermawan yang telah ikhlas membantu menyalurkan sebagian rezekinya untuk pembangunan Pondok Pesantren Al-Ihsan Baron Kendari.
“Semoga ini menjadi ladang pahala dan menjadi amal jariyah bagi para donatur atau para dermawan,” harapnya.
Kepada para tenaga pengajar, Amrin mengajak untuk memaksimalkan ikhtiar. “Kita buka pondok ini untuk membina, mengajar, membentuk karakter dan akhlak para santri menjadi lebih baik, lebih Islami. Itulah kewajiban kita, bagaimanapun tantangannya. Siapa pun yang datang, kita sambut. Itulah amanah dari Allah SWT, dan kita harus maksimalkan ikhtiar itu. Kami selalu siap dan komitmen bahwa pendirian pondok pesantren ini awalnya untuk kepentingan ummat. Maka kami dengan segala daya dan upaya untuk memberikan yang terbaik kepada santri,” pungkasnya. (**)







