Kendari – Setelah berhasil menelurkan ribuan santri penghafal Al-Qur’an, Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Askar Kendari kini memiliki angan-angan akan menjadikan Kendari sebagai Kota Al-Qur’an.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Askar Kendari, H. Muh. Nur Alfiq, di sela-sela Apel Hari Santri tahun 2024, Selasa, 22 Oktober 2024, mengatakan, untuk menjadikan Kota Kendari sebagai Kota Al-Qur’an sebagaimana yang dicita-citakan, pihaknya menargetkan mencetak 10.000 santri penghafal Al-Qur’an.
Sejak pertama kali beroperasi yakni tahun 2009, Ponpes Baitul Qur’an Kendari sudah melahirkan sebanyak 3.000 santri. “Jadi masih ada PR sebanyak 7.000 santri lagi. Program kami adalah satu kecamatan 1.000 hafidz qur’an. Bagi orang lain mungkin ini hal mustahil, tapi bagi kami tidak ada yang mustahil. Karena, 15 tahun yang lalu kami hanya punya dua orang santri, dan saat ini seperti yang kita lihat, Allah selalu memberikan kemudahan. Ini adalah sebuah nikmat yang diberikan oleh Allah,” kata Muh. Nur Alfiq di hadapan peserta apel Hari Santri 2024 yang dihadiri para pejabat Forkopimda Sultra. Hadir diantaranya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra H Muhamad Saleh, Kepala Biro Kesra Pemprov Sultra, Ketua MUI Sultra, PW PBNU Sultra, serta pejabat lainnya.
Selama ini, lanjut dia, pihaknya bersama pengurus pondok pesantren selalu berjuang keras agar target tersebut bisa tercapai yakni menjadikan Kota Kendari menjadi Kota Al-Quran. “Jika ini bisa tercapai maka pada suatu saat nanti di setiap rumah di Kota Kendari wajib ada penghafal Alquran. Jadi, mohon doanya, In Syaa Allah. Semoga apa yang kami targetkan bisa tercapai, Aamiin,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Nur Alfiq sempat menceritakan bagaimana awal-awal dimulainya aktivitas pondok pesantren Baitul Qur’an yakni tahun 2009. Menurutnya, modal awal yang digunakan adalah sebesar Rp 2 juta. Modal itupun diperoleh dengan menggadai cincin milik istrinya di Pegadaian Syariah.
“Saat itu masih dua orang santri. Dan Alhamdulillah, bertambah-bertambah, hingga akhirnya seperti kondisi saat ini. Kami meyakini bahwa ini adalah berkah dari orang tua kami, berkah guru kami, bapak Drs KH Mursyidin, yang kebetulan beliau ada di tengah-tengah kita,” sebut Nur Alfiq disambut tepuk tangan dari para peserta Apel Hari Santri 2024.
Rupanya, Nur Alfiq tidak lupa dengan apa yang telah diberikan atau yang telah ditanamkan oleh Drs KH Mursyidin kepada dirinya. Pada tahun 1994 ketika saat itu Nur Alfiq mondok di Pesantren Ummushabri, setiap ba’da Subuh menyetor hafalan kepada KH Mursyidin.
“Jadi, setiap habis Subuh, kami berjalan kaki dari masjid ke rumah beliau menyetor hafalan ayat per ayat. Dan Subhanallah, begitu sabarnya beliau membimbing kami sampai kami dapat menyelesaikan hafalan kami,” kenang Nur Alfiq.
Olehnya itu, lanjutnya, semua yang ada saat ini adalah keberkahan dari beliau. “Kita doakan semoga beliau sekeluarga diberikan umur yang panjang, semoga setiap bacaan Alquran dari santri-santri yang ada di tempat ini juga akan menjadi pahala jariyah bagi beliau. Aamiin,” tutupnya. (**)








