Pekerja Tambang Morosi PDP Covid-19 Kabur dari RSU Bahteramas

- Penulis

Selasa, 28 April 2020 - 11:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal.

i

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal.

Panjikendari.com – Seorang pasien yang dinyatakan positif virus Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil rapid test dilaporkan keluar secara diam-diam alias kabur dari RSU Bahteramas Kendari, Senin, 27 April 2020.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 tersebut diketahui tidak lagi berada di tempat perawatan setelah perawat sift pagi hendak memberikan pelayanan obat kepada pasien tersebut.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal dalam keterangannya membenarkan adanya pasien yang keluar secara diam-diam dari RSU Bahteramas Kendari tersebut.

Rabiul Awal menyampaikan bahwa pasien laki-laki warga Konawe Utara tersebut masuk di rumah sakit pada Minggu, 26 April 2020, karena mengalami kecelakaan kerja.

“Pasien ini menjalani pemeriksaan rapid test (Covid-19) dan hasilnya positif, dan direncanakan pemeriksaan swab tenggorok,” kata dokter Wayong -sapaan La Ode Rabiul Awal-.

Kata dokter Wayong, di saat petugas berencana melakukan tahapan pemeriksaan swab tenggorok namun si pasien sudah tidak berada di tempat.

Menurut dokter Wayong, sejak dinyatakan ‘kabur’ dari RSU Bahteramas, upaya pencarian sedang dilakukan dengan melibatkan unsur-unsur terkait.

Sementara itu, Koordinator IGD Covid-19 RSU Bahteramas, Jusrawan S.Kep., dalam surat tertulisnya menyatakan bahwa pasien berinisial U merupakan pekerja atau karyawan tambang Morosi.

Dijelaskan bahwa pasien tersebut masuk di RSU Bahteramas Kendari di ruang IGD Covid-19 tanggal 26 April 2020, pukul 17.30 Wita.

Hasil pemeriksaan dokter dengan diagnosa combutsio region genitalia Gr.IIb<1%. Hasil rapid test(+), dan hasil foto thoraks: Bronkitis, pasien diberikan terapi oral tanpa IVFD.

Namun, Hari Senin 27 April 2020, pukul 08.30 Wita, perawat sift pagi akan melakukan pelayanan obat tapi pasien tersebut sudah tidak berada di tempat. (jie)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 RI di Site Lameruru, Tiran Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kebersamaan
Pelabuhan Umum Sikeli Direncanakan Jadi Titik Pemuatan Ore, Warga Kabaena Barat Khawatir Jalan dan Permukiman Terdampak
Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Media di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Pena Petrofin Awards 2025
Yusuf Rimbose Dorong Pemuda Butur Masuk Dunia Kerja, Peran PT GGM Dinilai Buka Peluang bagi Anak Daerah
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:29 WITA

HUT ke-81 RI di Site Lameruru, Tiran Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kebersamaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:32 WITA

Pelabuhan Umum Sikeli Direncanakan Jadi Titik Pemuatan Ore, Warga Kabaena Barat Khawatir Jalan dan Permukiman Terdampak

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:02 WITA

Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Media di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Pena Petrofin Awards 2025

Senin, 18 Mei 2026 - 10:20 WITA

Yusuf Rimbose Dorong Pemuda Butur Masuk Dunia Kerja, Peran PT GGM Dinilai Buka Peluang bagi Anak Daerah

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Berita Terbaru