Panjikendari.com,- Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Pengurus Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Baubau periode 2025-2029 tuntas dihelat. Kegiatan yang berlangsung di gedung PLHUT Kemenag Kota Baubau, pada Sabtu (18/1/2025) itu berlangsung alot dan lancar.
Selain penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus yang lama, Musda juga berhasil melahirkan kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi selama 4 tahun kedepan.
Maslina S.Pdi kembali terpilih memimpin IGRA Kota Baubau periode 2025-2029.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, H. Mansur, S.Pd, MA mengatakan, optimalisasi peran IGRA dalam peningkatan profesionalitas guru sangat diharapkan. Hal itu kata dia, demi mewujudkan RA maju, bermutu dan berdedikasi menuju Indonesia emas. “Mari bersama-sama menggali ide, memperkuat sinergi dan menyusun langkah strategis untuk memajukan kualitas pendidikan di lingkup RA, khususnya di Kota Baubau,” kata H. Mansur.

Ia berharap, kegiatan Musda ini menjadi momentum untuk memupuk semangat, meningkatkan profesionalisme dan dedikasi bagi seluruh anggota IGRA. Dengan kerja keras dan kolaborasi menurutnya, guru RA mampu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Ketua PW IGRA Sulawesi Tenggara, Irna Elyza S.Psi, M.Pd mengatakan, ada beberapa hal yang diharapkan dengan keberadaan IGRA diantaranya, meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, mengembangkan profesionalisme guru , membangun komunitas yang solid serta dapat melayani masyarakat dengan baik.
“Mari bersama melangkah menjalin kerjasama yang erat dan membangun IGRA yang lebih baik , saling menguatkan agar amanah yang diemban dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat , ” harap Irna.

Ketua PD IGRA Kota Baubau, Maslina S.Pdi mengatakan, IGRA selama ini telah menjadi wadah bagi guru RA utk terus belajar dalam meningkatkan kompetensi dan memberi kontribusi nyata dalam kemajuan pendidikan.
Disamping itu lanjut dia, juga menguatkan profesionalitas guru sebagai ujung tombak pendidikan di RA.
“Guru yang profesional bukan hanya yang mampu mengajar, tapi juga memberi teladan yang baik dalam akhlak dan etika. Olehnya itu, mari bersama sama berinovasi dalam pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman tanpa melupakan nilai nilai keislaman, sinergitas semua pihak untuk mewujudkan IGRA yang unggul dan bermanfaat,” harapnya. (Fya)








