Masyarakat Sultra Diimbau Waspadai Kondisi Cuaca pada Masa Peralihan

- Penulis

Sabtu, 3 November 2018 - 11:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – BMKG UPT Stasiun Klimatologi Ranomeeto memprediksi wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) akan memasuki musim hujan pada pertengahan November hingga Desember 2018.

Olehnya itu masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kondisi cuaca pada masa peralihan, seperti, kejadian hujan tiba-tiba, angin kencang, kilat dan petir serta puting-beliung.

“Diharapkan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca/iklim dari BMKG,” tulis Prakirawan Stasiun Klimatologi Ranomeeto, Nur Wiryanti Sih Antomo SSi, melalui rilisnya, Jumat 2 November 2018.

Ia menyampaikan, secara umum wilayah Sultra pada bulan November diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah (21-150 mm/dasarian).

Sedangkan di awal Desember 2018, kata dia, diprakirakan akan terjadi peningkatan curah hujan menjadi kategori menengah (51 150 mm/dasarian) di seluruh wilayah Sultra.

“Cakupan wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan menengah akan terus meluas hingga awal Desember,” tambahnya.

Menurutnya, wilayah Sultra bagian selatan pada awal November 2018 diprediksi berpeluang tinggi mengalami hujan kategori rendah (<=50 mm/dasarian), yakni di sebagian wilayah Konsel, sebagian wilayah Bombana, Muna, Mubar, Buteng, Butur, Buton, Baubau, Busel, Wakatobi, dan Konkep.

Sedangkan di wilayah Sultra bagian utara diprediksi berpeluang tinggi mengalami hujan kategori menengah (51 – 150 mm/dasarian) yakni di sebagian wilayah Kolaka, Kolut, Koltim, Konawe, dan Konut.

Sementara itu, lanjut dia, sangat kecil kemungkinan wilayah Sultra akan mengalami hujan kategori tinggi dan sangat tinggi.

Lebih jauh Nur Wiryanti mengungkapkan, berdasarkan monitoring hari tanpa hujan pada akhir Oktober lalu menunjukkan pada umumnya wilayah sultra masih mengalami hari tanpa hujan kategori menengah (11-20 hari kering) hingga sangat panjang (31-60 hari kering), sedangkan wilayah Baubau, Sorawolio, Poleang dan Batauga telah mengalami kekeringan ekstrim (>60 hari kering).

Baca Juga  Gempa 3,5 SR Guncang Kolaka, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Hasil analisis curah hujan tanggal 21 s/d 31 Oktober 2018 menunjukkan bahwa seluruh wilayah Sultra mengalami curah hujan kategori rendah yakni berkisar antara 0-50 mm.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
Lebih dari Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Aksi Solidaritas Petani Sawit untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera
KAI Divre III Palembang Angkut 67.763 Penumpang, Naik 14 Persen Selama Libur Nataru 2025/2026
Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling yang Sering Diremehkan
Gempa M 4.8 Guncang Tenggara Sultra: Dirasakan di Konawe Kepulauan, Buton Utara, hingga Kendari
Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,28 Juta, Sultra Naik Jadi 46.720 Orang

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 07:34 WITA

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

Senin, 26 Januari 2026 - 07:31 WITA

Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:25 WITA

Lebih dari Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:48 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Aksi Solidaritas Petani Sawit untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:42 WITA

KAI Divre III Palembang Angkut 67.763 Penumpang, Naik 14 Persen Selama Libur Nataru 2025/2026

Berita Terbaru