BERITA UTAMA

La Ode Mutakhir Bolu, Siswa Teladan Asal Sultra yang Sukses Menimba Ilmu di Jerman

La Ode Mutakhir Bolu, Siswa Teladan Asal Sultra yang Sukses Menimba Ilmu di Jerman
78

panjikendari.com – “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China”. Petuah Arab itu sepertinya tidak meleset jika disematkan pada La Ode Mutakhir Bolu.

Pria asal Kota Kendari berdarah Buton ini adalah sosok yang memiliki kemauan kuat untuk belajar. Komitmennya untuk selalu menjadi yang terbaik dalam kompetisi akademik tidak sia-sia. Pada tahun 1992 ia didaulat sebagai siswa teladan tingkat nasional.

Prestasi tertinggi yang ia raih sebagai seorang pelajar, semakin membuat anak dari pasangan La Ode Maane Bolu dan Wa Ode Mufliha Falihi itu termotivasi untuk terus menggali potensi yang ada dalam dirinya.

Tuntas menyelesaikan studi di SMAN 1 Kendari pada tahun 1993, pria kelahiran Kendari, 31 Desember 1974, ini melanjutkan studinya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta.

Tak melulu berkutat dengan buku, semasa kuliah di universitas negeri bergengsi di Indonesia itu, La Ode Mutakhir juga aktif dalam gelanggang mahasiswa UGM. Aktif dalam berbagai bidang di Unit Kegiatan Mahasiswa, dan berkesempatan menjadi saksi sejarah gerakan reformasi 1998, ia semakin mantap untuk terus melanjutkan studinya hingga ke luar negeri.

Jerman menjadi pilihan La Ode Mutakhir melanjutkan pendidikannya. Pada tahun 2003, adik kandung dari senator Wa Ode Hamsinah Bolu ini memulai studi S2 di Leibniz Hannover University.

“Awalnya fokus studi saya adalah Applied Information System in Mechanical Engineering. Namun di akhir masa studi, saya tertarik mendalami Master Biomedical Engineering. Sempat menjalani Paralel Study selama dua semester, akhirnya saya memutuskan untuk menyelesaikan Master di bidang Biomedical Engineering,” kenang La Ode Mutakhir.

Kegigihan Ary Bolu -sapaan La Ode Mutakhir Bolu- mendalami setiap mata kuliah di universitas ternama itu membuatnya tidak kesulitan memperoleh pekerjaan meski masih berstatus sebagai seorang mahasiswa.

Di tahun terakhir masa kuliahnya, ia diterima bekerja sebagai peneliti di Laboratoium Biomekanik dan Biomaterial, Jerman. Profesi itu terus ia tekuni hingga setelah studi magisternya selesai.

“Penelitian ini juga nantinya yang akan menjadi fokus dari studi S3 saya,” kata Ary.

Menimba ilmu di negeri orang tidak sedikitpun membuat Wasekjend Bidang Luar Negeri DPP KNPI ini minder untuk mengembangkan kualitas dirinya. Sambil bekerja, ia juga aktif berorganisasi, baik internal maupun eksternal kampus.

La Ode Mutakhir tercatat sebagai salah satu Anggota Komite Mahasiswa Asing Universitas Hannover. Ia juga menjadi delegasi Universitas Hannover dalam Perhimpunan Mahasiswa Asing se Jerman.

Sementara di luar kampus, ia aktif dalam Studentenbegleit Program (STUBE), sebuah Lembaga Pendampingan Mahasiswa di Jerman, khususnya bagi mahasiswa asal Asia, Afrika dan Amerika Latin. Lembaga tersebut dalam rangka mempersiapkan anggotanya dengan pengetahuan tambahan mengenai tema-tema multidisiplin dan multikultur.

Unggul dalam bidang akademik, tidak membuat Ary Bolu abai terhadap kesehatan fisiknya. Selain membaca, ia juga hobi berolahraga. Di negara beribukota Berlin itu, ia aktif dalam klub sepakbola lokal sebagai pemain dan wasit. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan mengantongi sertifikat sebagai Pimpinan Tim Sepakbola Pemuda.

Pada pertengahan tahun 2007, Program Returning Expert kerjasama internasional Jerman, membuka lowongan yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Awalnya ia sempat terpikir untuk menyelesikan S3 terlebih dahulu lalu kembali ke tanah air.

Tetapi dorongan untuk pulang mengabdi ke tanah air jauh lebih besar, sehingga ia mengambil pekerjaan sebagai Program Manajer Health Management Information System, Program Pembangungan Aceh Pasca Tsunami.

Kurang lebih dua tahun bekerja di Aceh dalam suasana yang serba multinasional, multidisiplin, multisektor dan multikultur, La Ode Mutakhir Bolu mengaku menemukan apa yang menjadi passionnya, yaitu berkarir di bidang pembangunan wilayah.

Untuk menambah pengetahuannya di bidang pembangunan wilayah, pada tahun 2009, ia memutuskan untuk kuliah lagi di bidang pembangunan wilayah.

“Akhirnya saya kuliah Master Regional Management and Economic Development di Applied University Göttingen, Jerman,” terangnya.

Saat kembali ke Jerman, Ary Bolu mendapat amanah sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Göttingen. Tanggungjawab yang lebih besar ia emban beberapa bulan kemudian, menjadi kebanggaan luar biasa baginya tatkala ia didaulat sebagai Ketua PPI Jerman.

Melalui PPI ia berkesempatan membangun networking yang luas, baik sesama mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jerman, maupun rekan-rekan PPI dari negara lain. Mereka saling berkolaborasi melalui PPI Dunia, dengan seluruh anggota Ikatan Ilmuwan Indonesia International (I-4), Diaspora Indonesia di luar negeri, maupun dengan tokoh-tokoh nasional yang mampir ke Jerman.

Setelah tuntas memperdalam ilmu akademik dan berbagai pengalaman keorganisasian dunia, Ary Bolu kembali ke Indonesia. Sejak tahun 2015 hingga saat ini ia bekerja sebagai Staf Ahli di DPD RI, setelah sebelumnya hampir setahun sebagai Koordinator Penempatan Staf Ahli Jerman untuk Kerjasama Pembangunan Jerman di Indonesia, Timor Leste dan ASEAN.

“Berbekal ilmu akademik, pengalaman kerja dan organisasi, serta networking dan kebersamaan yang tercipta selama ini, semakin menguatkan saya untuk menggunakan segala potensi ini demi kemajuan bangsa,” katanya.

Kepada panjikendari.com, Ary Bolu membagi prinsip hidup yang dia pegang. Kuncinya, kata dia selalu aktif dimana pun berada. Rajin bersosialisasi, baik melalui media organisasi, olahraga maupun seni.

“Hal ini membuat kita sering berjumpa dengan banyak komunitas beragam (multidiscipline, multiculture, multireligion), yang nantinya bisa menempa diri menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam bersikap,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, juga bisa membuat kita memiliki banyak teman, yang mungkin di kemudian hari akan berguna bagi kita; membangun networking yang sehat sejak dini.

Terakhir, Ary Bolu mengutip kalimat dari John F. Kennedy; “Jika ingin berjalan cepat berjalanlah sendirian, jika kamu ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama“. (jie)

Beri Komentar
Loading...

Terpopuler

Panji Kendari merupakan media online yang mengabarkan peristiwa terkini di jazirah Sulawesi Tenggara dengan mengedepankan potensi daerah, potensi wisata, dan kejadian-kejadian untuk para pembaca.

STATISTIK WEB

Facebook

To Top
error: Content is protected !!