Kisah Pulau Ajaib: Filsafat dalam Petualangan

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikhlashul Fahmi

i

Ikhlashul Fahmi

Hans Thomas, seorang anak berusia dua belas tahun adalah tokoh utama. Dia bersama ayahnya melakukan perjalanan mencari ibunya yang hilang, yang kabarnya berada di Athena, Yunani. Ayahnya, seorang filsuf cerdas yang juga pemabuk dan kolektor kartu joker, menjadi temannya dalam perjalanan dari Norwegia ke Athena.

Selama perjalanan, banyak peristiwa menarik terjadi, dan mereka sering terlibat dalam pembicaraan serius tentang filsafat. Hal ini membuat pembaca terbawa suasana dan penasaran dengan ceritanya. Jostein Gaarder, penulisnya, memang terkenal dengan imajinasinya yang luar biasa dan kecenderungannya untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis yang dalam. Dalam perjalanan antara ayah dan anak itu banyak pembahasan mengenai filsafat, Mereka juga mengunjungi bangunan-bangunan tua yang usianya ribuan tahun di Athena. Dialog-dialog diantara mereka mengingatkan saya sebagai pembaca kepada plato dan murid-muridnya.

Proses pendidikan akademik Plato, seperti yang dijelaskan dalam karyanya “Republik”, berpusat pada pembentukan karakter dan kebijaksanaan. Plato memandang pendidikan sebagai cara untuk membentuk individu yang memiliki kebijaksanaan, keadilan, dan kebajikan moral.

Dalam akademi yang didirikannya di Athena, Plato mengajarkan berbagai mata pelajaran, termasuk matematika, ilmu alam, filsafat, dan retorika. Namun, fokus utamanya bukan hanya pada pengetahuan itu sendiri, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kebijaksanaan.

Proses pendidikan di akademi Plato melibatkan diskusi dan dialog antara guru dan murid, serta latihan dalam logika dan argumentasi. Plato meyakini bahwa melalui dialog dan pertukaran ide, murid akan belajar untuk berpikir secara kritis dan mempertimbangkan nilai-nilai moral.

Selain itu, Plato juga menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam pendidikan. Dia percaya bahwa siswa harus terlibat dalam pengalaman praktis, seperti pertanian atau seni, untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep filosofis.

Secara keseluruhan, pendidikan akademik Plato bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat dan kemampuan untuk memimpin masyarakat dengan bijaksana.

***

Suatu hari, di tengah perjalanan, Hans Thomas dan ayahnya bertemu dengan sosok kurcaci di sebuah garasi. Si kurcaci memberikan kaca pembesar pada Hans Thomas tanpa penjelasan apa-apa. Kemudian, di perhentian berikutnya, mereka mampir ke sebuah toko roti kecil. Saat berbincang dengan tukang roti, mereka menemukan bahwa tukang roti itu pernah tinggal di desa tempat tinggal mereka. Sebelum berpisah, tukang roti itu memberi Hans Thomas beberapa kue kismis, dengan pesan untuk menyembunyikan kue terbesar dan memakannya saat sendirian. Saat Hans Thomas melakukannya, ia menemukan sebuah buku mungil di dalamnya, berjudul “Soda Bianglala dan Pulau Ajaib”.

Hans Thomas membaca buku itu dengan antusias di perjalanan berikutnya. Meskipun buku itu kecil, isinya sangat mengagumkan. Hans Thomas bahkan menggunakan kaca pembesar yang diberikan oleh si kurcaci untuk membacanya. Hal ini membuatnya terkejut, seolah-olah si kurcaci telah tahu bahwa ia akan mendapatkan buku tersebut.

Sebuah cerita dalam cerita. Buku mungil itu memuat kisah seorang pelaut yang terdampar di sebuah pulau terpencil yang dihuni oleh kurcaci. Pelaut itu menjelajahi pulau itu dan bertemu dengan banyak kurcaci yang memiliki simbol dan angka persis seperti kartu remi (seperangkat kartu remi hidup). Dia juga bertemu dengan seorang tua yang telah lama tinggal di pulau itu yang bernama Frode, sebelum semua kurcaci muncul. kisah tentang apa yang terjadi di pulau tersebut kemudian diceritakan oleh Frode, termasuk menceritakan mengapa ia berada di pulau tersebut dan ternyata Frode juga memiliki nasib yang sama seperti apa yang dialami oleh si pelaut yang kapalnya karam (Frode adalah orang yang selamat dari kapal yang karam). Frode menceritakan dari awal ketika hari-hari pertama ia berada di pulau itu, kesibukannya hanya bermain soliter seorang diri, Frode sangat kesepian, ia mendambakan teman yang bisa menemaninya, lalu kemudian ia terus membayangkan tentang seperangkat kartu yang hidup dan beraktivitas, hingga pada akhirnya muncullah sosok-sosok kurcaci dari tokoh kartu, buah dari khayalannya. Dengan kata lain eksistensi para kurcaci dibangun dari khayalan sang pelaut tua.

Baca Juga  Fakultas Pertanian Gelar Bimtek Pupuk Organik Diperkaya Agens Hayati Indigenos di Desa Lasalepa

Simbol-simbol dalam seperangkat kartu; keriting, wajik, hati, dan sekop. Keempat simbol ini masing-masing memiliki karakteristik unik. Dalam sebuah buku mungil, Hans Thomas menemukan bahwa setiap kartu dengan simbol tertentu memperlihatkan pekerjaan dan watak yang khusus. Keriting bekerja sebagai petani dan berburu, memiliki watak yang lamban dan kaku kepribadiannya. Wajik membuat gelas dengan watak yang samar dan sensitif. Hati sebagai pemanggang roti, lebih ramah dan lincah, dan sekop bekerja sebagai tukang kayu, cenderung cepat naik darah. Semua ratu dan as adalah perempuan. Yang paling unik di antara semua sosok perempuan yakni adalah as hati dengan kelembutan wataknya serta pemalu dan diceritakan ia cukup cantik. Namun, ada lagi satu sosok yang berbeda dan tidak termasuk ke dalam empat kelompok kartu tersebut, yaitu joker. Di dalam buku mungil, Joker dikisahkan muncul paling akhir. Ia merupakan sosok yang paling unik, tidak termasuk dalam empat kelompok tersebut, tetapi dapat menjadi bagian dalam kelompok manapun. Ia sosok yang paling banyak tahu, selalu bertanya sekaligus pembicara yang ulung.

Gaarder, penulis novel ini, menganalogikan keteraturan alam raya dengan menggunakan seperangkat kartu remi. Empat simbol dalam satu set kartu (keriting, wajik, hati, sekop) menandakan 4 musim di Eropa dalam setahun (musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin). Ada 52 jumlah 4 kelompok kartu yang masing-masing kelompok berjumlah 13, menandakan jumlah pekan dalam setahun (52 pekan); pangeran dikatakan sebagai angka 11, ratu 12, raja 13, dan as adalah 1. Semua kartu dalam satu kelompok, jika dijumlahkan masing-masing angkanya, hasilnya adalah 91. 91 dikali 4, ditambah 1 joker, hasilnya 365, adalah jumlah hari dalam setahun. Ditambah lagi 1 joker, hasilnya 366 (total ada dua joker). 366 adalah jumlah hari dalam tahun kabisat yang terjadi setiap empat tahun sekali, di mana bulan Februari memiliki tanggal 29.

Ending dari novel ini menceritakan Hans Thomas akhirnya bertemu dengan ibunya di athena dan berhasil mengajaknya untuk bersama-sama pulang ke Norwegia, dan yang memberinya buku mungil di sebuah toko roti adalah kakek dari Hans Thomas (ayah dari ayahnya). Ada bnyak cerita yang saling terkait satu dengan yang lain. Pelajaran Filsafat yang terkenal akan kerumitannya dituangkan dalam bentuk cerita menuntut pembaca untuk bersabar, jika pembaca novel ini melangkahi halaman per halaman maka pembaca akan kebingungan. Meskipun penulis menuangkan cerita dengan gaya bahasa yang gampang dipahami, itu sedikit menghilangkan keunikan dari filsafat itu sendiri yang terkenal dengan kerumitannya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan ini, alur cerita dalam novel terbagi atas dua, mengenai Hans Thomas yang mencari ibunya dan cerita dalam buku mungil mengenai seorang pelaut yang kapalnya karam.

Novel ini mengajarkan banyak hal tentang filsafat dan kehidupan. Meskipun ceritanya rumit, pembaca akan menemukan banyak pelajaran berharga didalamnya. Novel inipun Tentunya mengundang banyak interpretasi dari pembaca yang mungkin saja akan cenderung berbeda satu sama lain.

***

“Ayah juga menjadi joker sebagai simbol filsafat. Dia selalu merasa melihat hal-hal ganjil yang tak terlihat oleh orang lain, kata Hans thomas” (hal 97)

Judul Buku: Misteri Soliter

Penulis: Jostein Gaarder

Penerbit: Jalasutra

Cetakan: I/Juli 2002

Halaman: 443 halaman

ISBN: 979-96337-15-9

_________________

 

Penulis : Ikhlashul Fahmi

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terbaru