Panjikendari.com – Upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini terus digencarkan. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mencakup berbagai aspek penting yang menunjang tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Salah satu bentuk perhatian itu diwujudkan melalui Workshop Pendampingan Implementasi Pembelajaran PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) Angkatan I, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada 13–15 Oktober 2025 di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh Indonesia. Dari Sulawesi Tenggara, hadir Kasri, S.Pd., M.Pd., Kepala RA An Nisa Muslimat NU, yang dipercaya menjadi salah satu peserta.

Bagi Kasri, kesempatan ini bukan sekadar perjalanan dinas. Ia datang dengan semangat belajar dan tekad membawa pulang ilmu baru bagi pengembangan PAUD di daerahnya. “Workshop ini sangat bermanfaat, karena membekali kami dengan pemahaman tentang pentingnya layanan pendidikan yang menyeluruh — tidak hanya akademik, tapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak,” ujar Kasri saat dihubungi Panjikendari.com, Selasa, 14 Oktober 2025.
Selama tiga hari, para peserta dari berbagai daerah mengikuti sesi intensif yang membahas konsep PAUD Holistik Integratif, penyusunan RPPM dan RPPH, hingga pendampingan pelaksanaan layanan esensial di satuan pendidikan anak usia dini.
Kasri menuturkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog yang hangat antara peserta dan pihak pusat. Mereka berbagi cerita, menyampaikan kendala di lapangan, sekaligus memberi masukan bagi Direktorat KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) agar kebijakan PAUD lebih responsif terhadap kebutuhan daerah.
“Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan PAUD HI berjalan menyeluruh dan terstruktur di seluruh Indonesia. Itu artinya, harus ada sinergi antara sekolah, orang tua, dan lembaga layanan terkait,” jelasnya.
Kasri berharap, hasil dari workshop ini tidak berhenti di meja diskusi. “Insyaallah, setelah kegiatan ini, kami akan berbagi ilmu dan pemahaman dengan para pendidik serta pemangku kepentingan di daerah, agar layanan PAUD semakin terintegrasi dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Kasri dan para pendidik lainnya, pendidikan anak usia dini adalah pondasi bagi masa depan bangsa. Di tangan guru-guru PAUD-lah nilai-nilai pertama ditanamkan: cinta belajar, disiplin, empati, dan kemandirian. Karena itu, pembelajaran yang holistik bukan sekadar tuntutan kebijakan, melainkan panggilan hati untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dengan gizi yang cukup, kasih sayang yang utuh, dan lingkungan belajar yang sehat. (Fya)







