KENDARI, Panjikendari.com — Kisah inspiratif Iskandar Zulqarnain, atau akrab disapa Izul, siswa kelas 12 Madrasah Al-Fath Kendari, kembali menjadi perbincangan hangat. Setelah sempat viral karena hampir batal berangkat, kini pihak sekolah akhirnya resmi mendaftarkannya untuk mengikuti Grand Final Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-8 Tingkat Nasional yang akan digelar di UPT Asrama Haji Embarkasi Jakarta, 13–15 November 2025.
Sebelumnya, kisah Izul sempat menyentuh banyak hati. Ia nyaris tidak bisa berangkat karena terkendala biaya pendaftaran dan akomodasi, meski telah menorehkan prestasi gemilang — meraih Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab tingkat provinsi dan berhak mewakili Sulawesi Tenggara di ajang nasional.
Kini, meski namanya sudah terdaftar, perjuangan Izul ternyata belum selesai. Ia masih harus berjuang mencari biaya transportasi dan akomodasi agar bisa benar-benar melangkah ke Jakarta.
Berbekal tekad dan keberanian, Izul keliling sendiri membawa proposal ke sejumlah lembaga di Kendari, di antaranya Kementerian Agama Kota Kendari, Bank Muamalat, dan BAZNAS. Usahanya dilakukan dengan penuh kesabaran dan harapan, meski hingga kini belum ada respons positif.
Tak berhenti sampai di situ, Izul juga berencana membawa proposal ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara. Hanya saja, ia belum tahu harus bertemu siapa dan bagaimana caranya mengajukan bantuan. “Saya mau coba ke Kemenag Provinsi juga, tapi belum tahu harus ketemu siapa,” ujarnya polos.
Di kampung halamannya di Kabupaten Muna, keluarga terus mengiringi langkah Izul dengan doa dan harapan terbaik. Mereka percaya, setiap usaha yang disertai niat tulus akan menemukan jalannya sendiri.
Perjuangan Izul menjadi potret anak daerah yang tak menyerah pada keadaan. Dengan segala keterbatasan, ia terus melangkah membawa nama Sulawesi Tenggara di ajang nasional. Yang ia bawa bukan hanya proposal, tapi juga mimpi besar untuk mengharumkan madrasah dan daerahnya.
Dukungan moral pun terus berdatangan dari warganet. “Anak seperti ini harusnya dibantu. Jangan biarkan semangatnya padam hanya karena persoalan biaya,” tulis salah satu komentar di media sosial.
Kini, Izul masih menanti kabar baik. Semoga ada pihak yang tergerak memberi dukungan, agar langkahnya menuju panggung nasional tidak berhenti di tengah jalan. (*)







