Menuju Universitas Al-Bahjah: Ekspansi Besar Lembaga Pencetak Ulama Modern

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan: Ustad Imam Abdullah, B.Sc., M.A., Miftahul Arifin, Joko Prayitno, dan Ketua STAI Al Bahjah Muhamad Saechu, Lc., M.E.

i

Dari kiri ke kanan: Ustad Imam Abdullah, B.Sc., M.A., Miftahul Arifin, Joko Prayitno, dan Ketua STAI Al Bahjah Muhamad Saechu, Lc., M.E.

Cirebon, Panjikendari.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan akan pemahaman agama yang kontekstual, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Bahjah hadir dengan visi transformatif yang menggabungkan pendidikan akademis modern dengan nilai-nilai pesantren tradisional. Institusi pendidikan ini berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al Bahjah yang dipimpin oleh Buya Yahya.

STAI Al-Bahjah kini sedang mempersiapkan ekspansi dari sekolah tinggi menjadi universitas, sebuah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman.

“Ke depannya insya Allah kita ingin berkembang ke arah universitas dengan minimal empat fakultas,” ungkap Ustad Imam Abdullah, B.Sc., M.A., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan & Alumni STAI Al-Bahjah, saat diwawancarai di kompleks kampus STAI Al-Bahjah yang terintegrasi dengan lingkungan pesantren.

Berbeda dengan kebanyakan institusi pendidikan tinggi, STAI Al-Bahjah mengimplementasikan sistem dualisme kurikulum yang memadukan standar Kementerian Pendidikan dengan kurikulum syariah pesantren. Mahasiswa tidak hanya mendalami ilmu-ilmu akademis sesuai program studi, tetapi juga mendapat pendidikan fikih, akidah, dan keterampilan dakwah.

Pendidikan Holistik untuk Tantangan Global

Saat ini, STAI Al-Bahjah menawarkan tiga program studi utama: Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Tadris Matematika. Namun, rencana pengembangan sudah disusun untuk membuka program-program baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

“Kami sedang mempersiapkan pembangunan kampus masa depan, mulai dari pencarian lokasi strategis hingga pembukaan prodi-prodi baru seperti Manajemen Haji dan Umroh, HKI, multimedia, politeknik, dan ilmu kesehatan,” jelas Ustad Imam.

Yang menarik, kepemimpinan langsung dari Buya Yahya dan istrinya dalam proses pembelajaran menjadi nilai tambah institusi ini. Keduanya terlibat aktif mengajar, terutama dalam bidang usul fiqih yang merupakan dasar pengambilan hukum Islam.

Kaderisasi Ulama di Era Digital

STAI Al-Bahjah memiliki moto unik: “Mencetak sarjana yang ulama.” Di tengah kelangkaan ulama yang memahami konteks kekinian, institusi ini hadir membentuk kader yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam bidang-bidang ilmu modern seperti ekonomi dan teknologi.

Proses kaderisasi dilakukan secara sistematis, dimulai dari daurah (pelatihan intensif) tentang karakteristik da’i dan teknik penyusunan materi dakwah, hingga praktek lapangan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengisi khutbah, mengajar santri, bahkan menjadi penerjemah bagi tamu dari Timur Tengah.

“Setelah lulus, ada kaderisasi lanjutan di subdivisi dakwah. Mereka di-training lebih khusus untuk menjadi seorang da’i, termasuk pelatihan public speaking dan penjadwalan untuk mengisi pengajian,” tambah Ustad Imam.

Kolaborasi Pendidikan dan Korporasi

Salah satu faktor pendukung keberhasilan STAI Al-Bahjah adalah kerjasama dengan PT. Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) melalui Rimba Foundation yang telah memberikan beasiswa penuh kepada 20 mahasiswa (10 putra dan 10 putri).

Rimba Foundation merupakan yayasan yang dibentuk oleh TMMS untuk mengelola dana CSR dari masing-masing entitas anak perusahaan di bawahnya. Beasiswa diberikan sejak awal masuk kuliah sampai para penerima beasiswa tersebut tamat kuliah.

Baca Juga  Pemkab Muna Barat Salat Iduladha di Lapangan Waumere

Miftahul Arifin, salah satu penerima beasiswa yang telah menghafal Al-Quran 30 juz, mengaku sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut. “Pertama kali pasti bersyukur, karena bisa lebih fokus belajar tanpa memikirkan biaya semester dan tunggakan,” ujarnya.

Di balik prestasi akademik Miftah, tersimpan kisah haru tentang perjuangan hidup tanpa sosok ayah sejak usia empat tahun. “Tidak banyak ingin apa-apa, yang penting ingin membahagiakan ibu,” ungkap pemuda asal Kuningan, Jawa Barat ini. Ibunya yang mengelola warung kelontong sederhana telah menjadi motivasi utama Arifin untuk terus bertahan selama 8 tahun di pesantren.

Senada dengan Arifin, Joko Prayitno yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur, juga menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat beasiswa ini. Notabene kan kita dari jauh, dan jauh-jauh ke Cirebon,” ungkapnya.

Keputusan merantau ribuan kilometer dari kampung halaman tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Joko. Sebuah penemuan tak sengaja oleh kakaknya saat browsing internet membuka jalan baginya menuntut ilmu di STAI Al-Bahjah.

Orang tua Joko dulunya memiliki warung sembako, tapi kini tidak lagi bekerja karena faktor usia. Beasiswa Rimba Foundation pun menjadi penopang penting bagi pemuda ini. “Tujuan kesini kan jauh-jauh, orang tua juga menyemangati. Jangan sampai kita jauh-jauh mengecewakan orang tua,” tambah Joko.

Ustad Imam menjelaskan bahwa beasiswa dari Meranti Group ini mencakup kebutuhan kepondokan dan pendidikan. “Ketika sudah mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa tidak lagi perlu memikirkan infak, jadi cukup fokus pada belajar, khidmah, dan mengembangkan potensi diri,” jelasnya.

Visi Keberlanjutan Bersama Masyarakat

Herryan Syahputra, CEO TMMS, mengatakan bahwa dukungan terhadap pendidikan adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

“TMMS tumbuh bersama masyarakat dan stakeholder menuju masa depan yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global, kami berkomitmen untuk tetap stabil dan transparan dalam operasional kami,” ujar Herryan.

Lebih lanjut, Herryan menjelaskan bahwa TMMS terus berinovasi melalui digitalisasi dan teknologi ramah lingkungan. “Kami juga responsif terhadap kebutuhan sosial melalui program-program nyata seperti SSB, beasiswa, dan dukungan untuk pesantren seperti Al-Bahjah ini,” tambahnya.

Dukungan terhadap STAI Al-Bahjah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial TMMS yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mempersiapkan generasi masa depan yang kompeten dan berakhlak mulia.

“Kami siap bersaing secara profesional di industri tambang modern, namun tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” tutup Herryan.

Dengan kolaborasi antara institusi pendidikan dan korporasi seperti ini, harapan untuk melahirkan generasi pemimpin yang memiliki keseimbangan keilmuan dunia dan akhirat semakin terbuka lebar. STAI Al-Bahjah dan Meranti Group telah menunjukkan bahwa sinergi pendidikan dan dunia usaha dapat memberikan dampak positif bagi masa depan bangsa. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak
Kendari Jadi Wilayah Penerima MBG Terbesar di Sultra
BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WITA

Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran: Indonesia Nomor Satu Berdoa, Tapi Terakhir Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:36 WITA

Kendari Jadi Wilayah Penerima MBG Terbesar di Sultra

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Senin, 30 Maret 2026 - 22:58 WITA

Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA