Wulan dan Gubuk Cinta: Dari Ladang Jagung ke Toga Sarjana

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 09:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PanjiKendari.com – Dengan toga di badan dan senyum lebar, Sri Wulandari Lomuli berdiri di depan rumah kecil berdinding papan dan atap rumbia. Di sisi lain, ia berpose bersama ibunya di tengah ladang jagung, dan berdiri bersama sang ayah yang mengenakan caping dan baju lusuh. Tak ada latar belakang kampus atau aula wisuda. Hanya alam, gubuk, dan wajah-wajah penuh haru. Tapi di sanalah sejatinya panggung kemenangan Wulan berada.

Wulan, gadis asal Desa Ollot II, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, baru saja menyelesaikan studi di Universitas Sam Ratulangi Manado. Gelar Sarjana Peternakan kini resmi disandangnya, namun lebih dari itu, ia membawa pulang cerita yang menyentuh ribuan hati.

Ayahnya adalah seorang petani dengan keterbatasan penglihatan. Tapi bukan itu yang membuat kisah ini luar biasa. Yang membuat banyak orang terdiam adalah bagaimana sang ayah, dengan segala keterbatasannya, tetap tegak di ladang, mencangkul dan menanam, demi masa depan anak gadisnya. Sementara sang ibu, dengan tenang dan tulus, menopang dari balik dapur, sawah, dan doa.

Wulan tak memilih studio megah untuk mengabadikan kelulusannya. Ia memilih rumah tempat segala perjuangan berakar. Dalam foto yang kini viral, Wulan berdiri anggun di depan gubuk reyot, menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu harus tampak mewah. Di foto lain, ia berdiri di ladang jagung, menggandeng ayah dan ibunya. Simbol cinta yang mengakar kuat di bumi.

“Ini bukan sekadar tentang saya lulus kuliah. Ini tentang bagaimana orang tua saya, dengan segala keterbatasan, tetap kuat agar saya bisa berdiri hari ini,” kata Wulan.

Unggahan foto-fotonya membanjiri media sosial, memancing gelombang simpati, kagum, bahkan air mata. Sebab di era serba glamor, Wulan datang membawa cerita tentang kesederhanaan yang tulus dan perjuangan yang sunyi.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Salurkan Rp 195 Juta ZIS kepada Empat Kelompok Penerima

“Jangan pernah malu pada orang tua kita. Mereka pahlawan yang tak butuh panggung, karena cinta mereka sudah cukup mengangkat kita tinggi,” tulisnya dalam salah satu caption.

Wulan mengingatkan kita semua bahwa nilai sejati sebuah keberhasilan tidak ditentukan oleh kemewahan, tapi oleh seberapa dalam akar perjuangan yang menopangnya. Di balik toga hitam yang ia kenakan, ada cinta yang tak terucap, kerja keras yang tak pernah ditagih balas, dan doa yang tak putus dari ladang-ladang sunyi di ujung Bolaang. (*)

Editor: Jumaddin

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi
Kepala BB Sultra Sapa Siswa SMAN 2 Kendari Bawa Pesan Mendikdasmen
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 1 April 2026 - 20:50 WITA

Peletakan Batu Pertama GOR UM Kendari, Sultra Perkuat Infrastruktur Pendidikan Tinggi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:34 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Terapkan Cara Unik PPDB, Jaring Siswa Lewat Lomba Edukatif Anak Usia Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Berita Terbaru