Konawe – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Amonggeda mendapat apresiasi dari pengurus PGRI Kabupaten Konawe. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua 1 PGRI Kabupaten Konawe, Peitan Sutanto, S.Pd., M.Pd. mewakili pengurus PGRI Konawe.
“Mewakili PGRI Kabupaten Konawe, saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada kepengurusan PGRI Amonggedo periode kemarin. Mengapa, karena mampu mengelola keuangan organisasi dengan baik sehingga menyisahkan saldo organisasi hingga delapan juta di akhir masa kepengurusan,” puji Peitan Sutanto saat memberikan pesan dan penguatan pada sesi penutupan Konferensi Cabang XXIII PGRI Kecamatan Amonggedo, Selasa, 25 Februari 2025 di Aula SMP Negeri 1 Amonggedo.
Menurut Peitan, apresiasi itu sangat layak diberikan. Pasalnya, menyisakan keuangan organisasi yang cukup besar di akhir periode kepengurusan itu sangat langka ditemukan pada kepengurusan tingkat pengurus cabang. “Biasanya saldonya tinggal nol di akhir kepengurusan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan puluhan peserta Konfercab.
Selain memberikan apresiasi, Peitan yang juga Koordinator Pengawas (Korwas) pada Dinas Pendidikan Konawe mengajak seluruh anggota PGRI Amonggedo yang notabenenya adalah guru dan tenaga kependidikan untuk selalu meningkatkan kualitas kerja dan profesionalisme. “Ayo terus kita tingkatkan kompetensi kita sebagai guru melalui partisipasi dalam seminar, lokakarya, workshop, dan kegiatan lainnya yang relevan,” ajaknya.
Di akhir penyampaiannya, Peitan mengharapkan seluruh pengurus dan anggota PGRI Amonggedo untuk selalu bekerja dengan profesional. Tidak terpengaruh oleh isu-isu politik yang dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Sesuai pesan Ibu Ketua PGRI Konawe yang juga ibu bupati kita, Ibu Hania, kita kerja dengan baik saja. Tidak usah terpengaruh dengan adanya isu liar tentang mutasi dan sebagainya. Sebagai pengurus, tugas dan tanggung jawab kita menyatukan, memajukan, dan membesarkan organisasi. Sebagai guru mari terus berikan yang terbaik bagi murid-murid kita di sekolah masing-masing. Ketika kita memberikan yang terbaik, insyaallah yang terbaik pula yang akan kita peroleh di dunia dan akhirat,” harap Peitan.
Sementara itu dalam sesi pembukaan Konfercab, Camat Amonggedo yang diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Amonggedo, I Wayan Ngardi mengungkapkan, sinergi antara pemerintah Kecamatan Amonggedo dengan PGRI Amonggedo selalu terjalin dengan baik. “Kami sebagai pemerintah kecamatan akan selalu mendukung program PGRI Amonggedo ke depannya. Sinergitas yang baik dalam sejumlah program, baik itu program pemerintah kecamatan maupun program PGRI tentunya harus kita jaga dan tingkatkan. Tujuannya agar pendidikan di Amonggedo semakin maju ke depannya,” Ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Edi Arham, S.Pi., M.Pd. saat memberikan sambutan pada sesi pembukaan, mewakili pengurus PGRI Kabupaten Konawe. Sekretaris Bidang Pengembangan Profesi dan Karier Guru dan Tenaga Kependidikan PGRI Kabupaten Konawe itu mengharapakan seluruh anggota PGRI Kecamatan Amonggedo selalu menjaga persatuan, persaudaraan, dan silaturahmi.
“Mari jadikan Konfercab ini sebagai momen mempererat rasa kebersamaan kita, bukan sebaliknya. Kendati dalam kesempatan ini , mungkin masing-masing memberikan suara pada pilihan yang berbeda untuk kepengurusan yang baru, kita harus tetap satu. PGRI ini bukan hanya milik pengurus, tapi milik seluruh anggota. Sehingga keberlanjutan dan kesuksesannya menjadi tanggung jawab bersama,” kata Edi Arham saat memberikan sambutan pada sesi pembukaan, mewakili pengurus PGRI Kabupaten Konawe.
Selain itu, Edi Arham juga menekankan kepada seluruh peserta Konfercab agar selalu menjaga integritas sebagai guru dan tenaga kependidikan yang dapat diteladani. Khusus dalam pembelajaran, dirinya berharap agar selalu melakukan transformasi pembelajaran di kelas dan program sekolah. Tujuannya agar mampu mengimbangi perkembangan zaman dan perubahan kebijakan bidang pendidikan
“Salah satu misi PGRI adalah menjadi organisasi profesi yang responsif terhadap perjuangan dan perlindungan hak dan kesejahteraan guru. Selain itu, setiap anggotanya idealnya adaptif terhadap perubahan. Sebagai guru kita terus berkarya, kreatif, dan inovatif. Tidak ketinggalan zaman khususnya dalam teknologi dan informasi. Literasi digital kita, harus terus kita bangun dan tingkatkan,” jelas Edi Arham yang merupakan guru di salah satu SD terpencil di Kabupaten Konawe.
Hasil Konfercab XXIII PGRI Kecamatan Amonggedo periode 2025-2030 pada sidang pleno tiga menetapkan Abdul Rahman, S.Pd. sebagai Ketua PGRI Kecamatan Amonggedo. Pada periode sebelumnya, Abdul Rahman juga menakhodai PGRI Kecamatan Amonggedo. Dirinya dipilih kembali secara aklamasi oleh seluruh peserta Konfercab.
Selain memilih ketua, dalam sidang pleno tiga yang dikomandoi oleh Peitan Sutanto dan Edi Arham itu, juga memilih dua wakil ketua dan seorang sekretaris. Mereka yang terpilih masing-masing Lusni, S.Pd., M.Pd. sebagai wakil ketua 1, Dwi Imam Mukarom, S.Pd., M.Pd. sebagai wakil ketua 2, dan Suhardiman, S.Pd. sebagai sekretaris. Usai terpilih, ketua, wakil ketua, dan sekretaris terpilih kemudian secara mufakat memilih Tusriyadi, S.Pd. sebagai wakil sekretaris dan Yulinda, S.Pd. sebagai Bendahara.
Usai pemilihan, salah seorang peserta Konfercab mengungkapkan, terpilihnya kembali Abdul Rahman sebagai Ketua PGRI Kecamatan Amonggedo tidak terlepas dari jiwa kepemimpinannya yang mengayomi dan mampu menyerap setiap aspirasi anggotan. Selain itu, Abdul Rahman dianggap mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dalam organisasi.
“Dia itu orangnya tidak arogan dalam memimpin dan tidak punya sifat mau menang sendiri. Semua permasalahan yang dihadapi selalu diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Setiap anggota didengar pendapat dan aspirasinya bila ada program atau masalah yang dihadapi,” ungkap salah seorang peserta yang enggan disebut namanya ketika dimintai tanggapannya terkait kepengurusan hasil Konfercab.(*)








