Panjikendari.com – Sejumlah pemuda produktif yang tergabung dalam kelompok Petani Milenial, tengah mengembangkan budidaya Jambu Kristal di Desa Alebo, Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Seperti biasanya, komunitas Petani Milenial yang bernaung di bawah bendera PT Milenial Syariah Grup menyediakan jasa mengelola lahan kepada siapa saja yang ingin lahannya dibersihkan dan ditanami tanaman.
Kali ini, Saharudin dan kawan-kawannya di Petani Milenial mendapat job mengelola lahan milik seseorang yang berprofesi sebagai dokter ahli penyakit dalam. Di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektare, Petani Milenial mengembangkan tanaman Jambu Kristal.
“Ada sekitar 700 pohon bibit Jambu Kristal merah kita tanami di sini. Hari ini adalah penanaman perdana,” ungkap Saharuddin di sela-sela kegiatan penanaman perdana Jambu Kristal, Selasa, 2 Maret 2021.
Saha -panggilan akrab Saharudin- menjelaskan, pemilihan jenis tanaman yang dibudidayakan berdasarkan keinginan pemilik lahan yang disesuaikan dengan tingkat kesesuaian lahan.
Menurutnya, Jambu Kristal sangat cocok pada tanah subur dan gembur yang liat dan sedikit pasir seperti karakteristik yang dimiliki tanah di wilayah Konda, Konawe Selatan.
Disamping itu, kata Saha, buah Jambu Kristal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. “Mungkin karena salah satu alasan itu (kesehatan) sehingga pak dokter (pemilik lahan) sangat bersemangat ingin menanam Jambu Kristal. Apalagi, harga jual Jambu Kristal cukup mahal,” ucapnya tersenyum.
Saha mengatakan, pada umur sekitar 6 bulan setelah tanam, Jambu Kristal sudah berproduksi. “Artinya, In Syaa Allah enam bulan ke depan, pak dokter sudah bisa panen sambil refreshing di sini,” katanya.
Saha yang juga pengelola Kampung Inggris Kendari ini menjelaskan, dalam “proyek” berkebun ala Petani Milenial ini, pihaknya bertugas membersihkan lahan, menyediakan bibit, menanam, dan merawat sampai berbuah.
“Setelah itu kita serahkan kepada pemilik lahan untuk menikmati hasilnya. Ongkos kerjanya dibicarakan lebih awal dengan pemilik lahan sebelum tanda tangan kontrak. Bukan sistem bagi hasil,” ujar pria murah senyum ini.
Pekerjaan seperti ini dia lakoni sejak lama. Di Kota Kendari dan beberapa lokasi lain sudah pernah dijajal. Berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan. Ada Pepaya California, durian, jeruk nipis, dan lain-lain.
“Di saat yang sama, saat ini kami sedang mengerjakan pengembangan kawasan Agrowisata Pepaya California di Cialam. Tapi ini skemanya semacam bisnis properti. Di tahap awal kami buka sekitar 2,6 hektare dengan jumlah kavlingan yang kami siapkan hampir 100 kavling, dengan harga murah. Kita akan tanami pepaya, kita buatkan vila mungil,” katanya.
Sebanyak kurang lebih 100 kavlingan yang disiapkan, kata dia, sudah hampir semua terjual. Olehnya itu, pihaknya kembali memperluas dengan membuka lahan baru di sekitar bukaan lama seluas kurang lebih 2 hektare.
“Jadi, totalnya hampir 5 hektare. Kita tanami semua Pepaya California,” tutupnya. (jie)








