Panjikendari.com – Hari masih pagi. Matahari belum menyembul. Kabut pun masih enggan melepas dekapnya pada bumi. Semilir angin yang berhembus begitu sejuk meresap ke dalam pori-pori kulit wajahku yang kubiarkan bebas tanpa masker.
Aku mencoba menyalami embun yang menetes dari pucuk daun pepaya yang terhampar luas di hadapanku. Dingin dan menyegarkan. Yah, begitulah suasana pagi di Agrowisata California. Kawasan yang didesain dengan konsep wisata pertanian ini menjadi spot destinasi baru yang begitu menarik.

Dari gerbang masuk lokasi, pengunjung akan disuguhi dengan panorama alam yang begitu indah. Tanaman pepaya california yang terhampar subur membuat kawasan ini tampak hijau. Villa mungil dibangun dengan desain minimalis di setiap kavlingan menambah kecantikan kawasan agrowisata. Pagar-pagar bercat putih sebagai pembatas lahan menjadi penyempurna kemolekan si jelita di puncak Konawe Selatan ini.
Suasana di siang hari tak kalah dengan sejuknya embun pagi. Angin sepoi-sepoi yang berhembus di puncak agrowisata seolah meninabobokan pengunjung, meski terik menerangi alam. Maklum, lokasi Agrowisata California berbatasan dengan kawasan hutan lindung di kaki Bukit Wolasi yang masih terjaga kelestariannya.
Senja di sore hari tak kalah menakjubkan. Menyaksikan panorama sunset dari puncak agrowisata sungguh indah yang tak terbantah. Dari puncak bukit tampak atap-atap villa berwarna merah berjejer rapi. Daun pepaya yang hijau berpadu dengan pantulan cat pagar bercorak putih semakin membuat betah tak ingin beranjak. Momen untuk berswafoto dan mengabadikan keindahan alam menjadi pilihan utama para pengunjung.
Tak sekedar pertanian yang ditonjolkan di kawasan ini, beberapa sarana dan fasilitas juga disiapkan demi memanjakan gairah berwisata, baik masyarakat umum maupun pemilik lahan kavlingan yang datang menikmati waktu liburan di Agrowisata California Cialam Jaya.
Saat ini sudah tersedia kolam ikan yang telah ditaburi dengan ribuan benih ikan air tawar yang sudah siap pancing. Pengunjung diberi kebebasan untuk membawa pancing dan memancing di kolam berukuran 30 x 100 meter itu.
Selain itu, juga sudah ada kuda yang akan menemani pengunjung yang hobi berkuda untuk berkeliling agrowisata. Asyik, kan!
Adapula dapur umum, WC umum, lahan parkir, serta musala yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Bagi yang hobi olahraga panah, dalam waktu dekat area panahan akan segera dibuka. “Ada beberapa fasilitas dan sarana berwisata yang akan kami siapkan di lokasi ini. In Syaa Allah akan membuat pengunjung dan pemilik lahan betah menjadikan kawasan ini untuk berwisata di akhir pekan” kata Mr. Saha, pengelola Agrowisata California Cialam Jaya.
Meski berada dalam wilayah geografis Kabupaten Konawe Selatan, letaknya tak begitu jauh dari pusat Kota Kendari. Berkendara sekitar 25 menit, kawasan agrowisata sudah bisa dijumpai.
Lokasinya pun tak begitu jauh dari pemukiman penduduk, hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah warga di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda.
Sesuai konsepnya, kawasan ini adalah agrowisata dengan tanaman utamanya adalah pepaya california. Selama dua tahap pengembangan kawasan ini, sudah banyak warga yang meminati. “Dari 115 kavling yang disiapkan, hanya tersisa beberapa kavling yang belum bertuan. Ada yang deal dengan satu kavling, ada yang memilih dua, bahkan ada yang tertarik memiliki tiga kavlingan, ” kata Mr. Saha, Petani Milenial, pengelola kawasan agrowisata.
Di kawasan agrowisata tahap dua, pihak pengelola akan menjadikan pohon Jambu Kristal dan Durian Musang King sebagai tanaman utama. Selain karena tekstur tanah yang mendukung, buah dari tanaman ini sedang viral dan banyak diminati warga saat ini.
“Pokoknya tanam saja, tau-tau berbuah,” kata Mr. Saha dengan senyum khasnya, mengutip tagline Petani Milenial Kendari. (Fya/Jie)








