Kakao Cake Sultra Tembus Negeri Matador

- Penulis

Rabu, 4 September 2019 - 22:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persiapa ekspor Kakao Cake Sultra ke Negeri Matador, Spanyol, Rabu, 4 September 2019.

i

Persiapa ekspor Kakao Cake Sultra ke Negeri Matador, Spanyol, Rabu, 4 September 2019.

panjikendari.com – Satu lagi produk turunan kakao asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berhasil menembus pasar mancanegara, yakni, Kakao Cake yang diproduksi oleh PT Kalla Kakao Industri (KKI) Sultra.

Pada Rabu, 4 September 2019, sebanyak 100 ton Kakao Cake asal Sultra diekspor ke Negeri Matador, Spanyol, melalui Pelabuhan Kendari New Port Kendari dengan nilai kurang lebih Rlp1,6 miliar. Ini menjadi ekspor perdana Kakao cake dengan tujuan Spanyol.

Tidak hanya mengekspor kakao cake, olahan kakao lain berupa kakao butter sejumlah 40 ton juga diekspor secara bersamaan dengan negara tujuan Jerman.

“Ekspor kakao butter ke Jerman ini menggenapkan jumlah ekspor kakao butter Sultra hingga September 2019 menjadi 7 kali dengan total 260 ton dengan tujuan Belanda dan Jerman,” terang, Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, LM Mastari, sesaat setelah penyerahan phytosanitary certificate (PC) untuk kakao cake dan kakao butter.

Untuk diketahui, kakao cake dan kakao butter adalah produk hasil olahan dari biji kakao. Sebagai daerah yang memiliki perkebunan kakao yang cukup besar di Indonesia, Sultra diharapkan dapat menjadi penyumbang devisa bagi Negara dengan ekspor produk kakaonya.

Sebagai dukungan atas ekspor produk kakao ini, Karantina Pertanian Kendari melakukan pemeriksaan hama gudang dan pengawasan saat stuffing di kontainer. Tidak hanya itu, keterlibatan karantina pertanian dalam rantai ekspor kakao butter ini dimulai sejak masuknya bibit atau benih.

“Setiap pemasukan benih atau bibit kakao melalui bandara ataupun pelabuhan selalu kami periksa untuk memastikan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang dapat merusak tanaman kakao. Nanti dilanjutkan dengan monitoring dan pemantauan di perkebunan kakao setiap tahunnya untuk memastikan perkebunan kakao bebas dari OPTK,” tutup LM Mastari. (jie)

Baca Juga  Pi Network: Apa Itu, Kapan Listing, dan Seberapa Besar Potensinya?

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra
Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen
KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:57 WITA

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WITA

Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terbaru