Lion Air Dukung Rencana Penambahan Landasan Pacu Bandara Sugimanuru

- Penulis

Senin, 5 November 2018 - 11:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – Maskapai penerbangan Lion Air memberikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penambahan landasan pacu (runway) di bandar udara (Bandara) Sugimanuru, Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Station Manager (SM) Lion Air Kendari, Hendra Diannanjaya, mengaku, rencana penambahan panjang landasan pacu bandara dinilainya sangat baik karena hal itu akan menunjang lalu lintas penerbangan di daerah tersebut.

Seperti diketahui, Bupati Muna LM Rusman Emba mengusulkan kepada pihak Kementerian Perhubungan RI untuk menambah landasan pacu Bandara Sugimanuru.

Panjang runway Bandara Sugimanuru yang hanya mencapai 1.200 meter, rencananya akan ditambah menjadi minimal 2.400 agar pesawat jet jenis Boeing bisa mendarat di sana.

“Bagus kalau ada rencana penambahan (landasan pacu bandara). Itu luar biasa,” kata Hendra kepada panjikendari.com, baru-baru ini.

Hanya saja, kata Hendra, guna mendukung rencana penambahan runway tersebut, perlu adanya upaya dari pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kunjungan ke Muna.

Menurut Hendra, peran Pemda sangat diharapkan bagaimana caranya menarik minat masyarakat dari luar pulau Muna untuk masuk ke daerah tersebut.

“Di sana kan ada dua daerah, ya! Muna dan Muna Barat. Nah, bagaimana dua daerah ini  mengembangkan potensi yang bisa dijual untuk menarik wisatawan.”

“Kemudian, di sana itu kan banyak potensi pariwisata. Sektor ini yang semestinya digenjot. Termasuk bagaimana membangun iklim investasi,” ujar Hendra.

Hendra lantas mencontohkan saat pihaknya pertama kali masuk mendarat ke Wakatobi.

“Jujur, saya yang pertama buka (mendarat) Wakatobi. Dulu Wakatobi saya datang belum ada apa-apanya. Sekalinya kami datang di sana, peningkatannya luar biasa, karena memang didukung dengan peran serta Pemda di sana yang menyiapkan destinasi wisata,” terang Hendra.

Untuk kondisi penerbangan di Bandara Sugimanuru saat ini, kata Hendra, dari 72 seat yang disiapkan dalam sekali terbang, kadang-kadang tidak full.

Baca Juga  Digelar di Kendari, Munas Kadin Dapat Dukungan Masyarakat Sultra

Meskipun awalnya, aku Hendra, penumpang pesawat terbilang banyak sampai pihak maskapai menambah pesawat yang beroperasi ke sana. “Yang tadinya satu, sekarang kita tambah jadi dua; Wings sama Garuda,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Hendra menyampaikan, keberadaan bandara memang sangat penting, menjadi objek vital yang dapat menunjang kemajuan sebuah daerah.

Penambahan luas landasan pacu, terang dia, tidak bisa dipandang untuk kebutuhan saat ini. Tetapi seiring pertambahan jumlah penduduk, Bandara sangat penting.

Hanya saja, Pemda harus menyiapkan  infrastruktur dan peralatan yang menunjang operasional penerbangan, sumber daya manusia, dan standar operasi sesuai dengan yang diatur oleh Kementerian Perhubungan.

“Terutama untuk keselamatan dan kenyamanan penerbangan,” sebutnya.

Pada prinsipnya, pihak Lion Air mendukung rencana pemerintah daerah untuk menambah runway bandara, dengan catatan, pengembangan sektor-sektor pendukung juga harus dipikirkan.

“Apa potensi yang bisa dikembangkan supaya bisa masuk Boeing. Atau minimal frekuensi pesawat ATR yang ditambah supaya mobilitas pengunjung meningkat yang pada akhirnya dapat membantu menghidupkan sektor-sektor pendapatan di dua kabupaten yang dapat merasakan dampak dari Bandara Sugimanuru,” paparnya.

Oleh karena itu, lagi-lagi Hendra menyarankan, pemerintah daerah harus memikirkan dan berbuat agar orang-orang di luar Muna tertarik untuk berkunjung.

“Karena di Muna saya lihat banyak potensi pariwisata yang bisa dijual maka saya kira Pemda di sana perlu mengembangkan potensi itu,” kata Hendra lagi.

Menurut dia, pihaknya pernah menambah frekuensi penerbangan untuk jenis Wings. Tapi karena kondisi parkiran yang kecil sehingga tidak memungkinkan untuk menambah pesawat.

“Parkirannya kan kecil. Kayaknya tidak memungkinkan dua pesawat. Kalau nda salah, ya..!” katanya.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara
Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026
Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi
VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra
Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen
KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 08:15 WITA

Seleksi Ketat PT Tiran Indonesia Hasilkan 38 Tenaga Kerja Terbaik di Konawe Utara

Rabu, 1 April 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sultra Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Dukung Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WITA

Tiran Nusantara Grup Gelar Tiranovation Challenge 2026, Lahirkan Inovasi Karyawan Berbasis Solusi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:57 WITA

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WITA

Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Berita Terbaru