WON Siap Besarkan Hanura di Sultra
Wa Ode Nurhayati (kanan) saat berkunjung ke Muna, Minggu, 10 Maret 2019.

panjikendari.com, Muna – Menjelang kontestasi politik Pemilu 2019, seluruh pengurus partai yang akan bertarung tengah berupaya memaksimakan usaha demi mencapai target yang diharapkan. Tak terkecuali Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Di Sulawesi Tenggara (Sultra), partai besutan Oesman Sapta Odang itu berharap bisa mendapat kepercayaan masyarakat, mendudukkan kader-kadernya di kursi legislatif. Termasuk di Kabupaten Muna, partai yang mendapat nomor urut 1 pada Pemilu tahun 2009 silam menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (Dapil).

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sulawesi Tenggara Hanura Waode Nurhayati, di hadapan masyarakat dan kader partai saat berkunjung ke Kabupaten Muna Minggu, 10 Maret 2019.

Saat bersilahturahmi dengan masyarakat Muna, mantan anggota DPR RI itu mengatakan, Hanura memiliki harapan yang besar untuk menang dalam Pemilu 2019 ini.

Di Sultra, Hanura punya target kedepan yaitu bagaimana agar partai ini bisa besar. Tentunya, momen Pemilu 2019 ini menjadi kesempatan dalam memaksimalkan ikhtiar demi memetik hasil maksimal.

Meski demikian kata Nurhayati, kemenangan takkan mungkin diraih, jika mesin partai tidak bergerak. Para kader harus bekerja maksimal agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud.

Dalam kunjungan yang dirangkai dengan kampanye terbatas di daerah yang dinakhodai Rusman Emba itu, Wa Ode Nurhayati yang familiar dengan sebutan WON, disambut antusias oleh warga, kader dan pengurus partai, serta para calon legislatif (caleg) Partai Hanura.

“Kita harus menang, jangan mau ada yang dibeli suaranya. Pilihlah sesuai hati nurani,” pinta WON kepada kader dan warga.

Tak hanya di kursi di DPRD kabupaten, WON juga berharap kader Partai Hanura dapat mendapatkan tempat di DPRD provinsi. “Jelasnya, bila calegnya lengkap, maka di Muna harus satu kursi satu dapil,” katanya optimis.

Mendekati hari H Pemilu, WON berharap seluruh kader dan mesin partai lebih aktif bergerak. Sebab menurutnya, jabatan itu ditentukan berdasarkan garis tangan, bukan campur tangan.

WON juga berpesan kepada kader maupun caleg untuk bersama-sama berjuang merebut suara rakyat dengan cara-cara yang bermartabat. Ia tidak ingin ada kader atau caleg yang tidak patuh pada garis partai.

Untuk Pilpres, DPP Hanura menekankan seluruh pengurus, kader dan simpatisan partai untuk memenangkan pasangan nomor 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Begitu juga untuk caleg DPRD kabupaten dan provinsi, harus bekerja sama saling mendukung agar bisa menang. Jika dilanggar, tentunya akan ada sanksi.

“Kalau ada bukti-bukti yang menunjukkan pelanggaran , dan yang bersangkutan terpilih jadi anggota DPRD, maka akan diganti. Makanya, saya tekankan agar jangan ada kader yang mbalelo,” tegasnya.

WON mengingatkan masyarakat agar menolak suaranya dibeli. Sebab kata dia,yang rugi nantinya adalah masyarakat sendiri. “Kalau sudah dibeli, tidak mungkin kalau calegnya terpilih, mau datang menyapa dan bertamu di rumah masyarakat lagi. Nanti lima tahun lagi baru datang. Itu yang harus dihindari. Pilihlah sesuai hati nurani,” katanya.

Untuk di ketahui wanita berhijab itu punya kenangan tersendiri bagi Kabupaten Muna dan Mubar. Katanya, daerah itu telah mengantarkanya duduk sebagai anggota DPR RI pada pemilu 2009 silam.

“Walaupun saya nomor urut terakhir, tapi berkat masyarakat Muna saya bisa duduk sebagai anggota DPR RI,” tutupnya.

Dalam karier politiknya di DPR RI, WON belum memiliki kesempatan cukup untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat Sultra, hanya karena persoalan hukum yang menurutnya sarat politis.

Berangkat dari cita-citanya untuk mengabdi dan memperjuangkan kepentingan rakyat, WON yang dahulu memulai perjalanan politiknya melalui PAN, kini kembali menjajal panggung arena yang sama melalui partai Hanura.

Sekadar diketahui, WON mendapat amanah untuk mempin Hanura Sultra. Rencananya, pada tanggal 23 Maret 2019, ia dikukuhkan sebagai Ketua DPD Hanura Sultra. Dengan demikian, WON merupakan satu-satunya dari kaum perempuan yang menjadi ketua partai di Bumi Anoa ini. (brj/fya)

Beri Komentar