Warga Kontu Muna Digegerkan Penemuan Sesosok Mayat di Pondok Kebun

- Penulis

Rabu, 16 Januari 2019 - 19:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – Warga yang menempati kawasan hutan Kontu, Kabupaten Muna, Rabu 16 Januari 2019, sekitar pukul 15.00 Wita digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria paruh baya di atas pondok-pondok di sebuah kebun. Korban bernama Yan Limbong yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Korban pertama kali ditemukan kerabatnya, Elisabet. Sore itu, Elisabet bersama anaknya hendak mengantarkan gula dan kopi pada korban. Namun, ketika tiba di tempat tujuan, pondok korban terkunci dari dalam. Mereka lalu memanggil-manggil nama korban. Tetapi tidak ada jawaban.

Anak Elisabet memutuskan naik tangga dan mengintip di sela-sela pintu. Ternyata korban terbaring tak memberi respons. Pintu pondok pun dibuka paksa. Setelah dilihat, korban sudah tak bernyawa dengan posisi terlentang menghadap keatas. Mereka lalu menghubungi Polisi.

“Anakku lihat korban sudah meninggal dan dikerumuni lalat,” kata Elisabet.

Elisabet dan korban terbilang dekat. Dua hari lalu (Senin), korban datang kerumahnya membawa buah nangka. Selama ini juga, korban mengeluhkan sakit lambung. Namun, ketika diajak ke dokter korban selalu menolak. “Korban orangnya tidak mau buat susah orang,” sebutnya.

Selama ini, korban tinggal sendiri di pondoknya. Istrinya, Wangkamoni tinggal di Desa Waara, Kecamatan Loghia. Sekitar 10 hari lalu, istrinya sempat bertemu korban di kebunnya. Saat itu korban mengeluh sakit pada bagian pinggang.

“Saya ajak dia, kalau sakit, kita pulang saja di kampung (Waara), tapi dia tidak mau,” cerita Wangkamoni sambil memgusap air mata di pipinya.

Kini, Wangkamoni hanya bisa pasrah melihat suaminya sudah terbujur kaku. Rencananya suaminya akan dikebumikan di Waara. “Masih tunggu keluarga,” ujarnya.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam pondoknya dengan kondisi sudah membengkak dan ada bekas muntah. Disamping korban juga ditemukan obat-obatan dan uang Rp 4 ribu. Korban diduga meninggal dunia dua hari lalu. Untuk memastikan penyebab kematian, korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) guna divisum.

Baca Juga  Putusan Bebas Delik Pemilu

Hasil identifikasi yang dilakukan Polisi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat penyakit.

Penulis: Kinong
Editor  : Sarfiayanti

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau
Longboat Patah Baling-Baling di Perairan Muna, Basarnas Evakuasi 8 Penumpang Selamat
Mabes Polri Diminta Copot Kapolres Konawe Utara Imbas Maraknya Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:52 WITA

Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:28 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau

Berita Terbaru