HUKUM

Status Facebook Korban Gantung Diri di Rahandouna Kendari Bikin Merinding

Warga Poasia Tewas Gantung Diri
122

panjikendari.com – Setiap ucapan adalah doa, sepertinya bukan hanya sekedar mitos. Kita sebagai insan Tuhan tidak menyadari, apa yang kita ucapkan, kita pikirkan, kadang selalu jadi kenyataan.

Beberapa kejadian yang menggambarkan tentang kekuatan sebuah ucapan atau hanya sekedar yang melintas di alam bawah sadar kita, itu tak jarang kita alami menjadi fakta.

Masih hangat tentang status Facebook seorang ibu di Palu yang viral di media sosial. Entah secara kebetulan atau bagaimana, apa yang dia pikirkan dan kemudian dia tuangkan dalam sebuah tulisan, betul-betul terjadi: gempa.

Begitu juga dengan Dodi, korban gantung diri yang mayatnya ditemukan di pohon jambu mete di sekitar BTN Safira Indah, Rahandouna, Poasia, Kendari, Minggu 14 Oktober 2018. Dalam laman salah satu akun facebooknya: Cakila Kila Kicuk Irawan, meninggalkan jejak dunia maya yang bikin merinding.

Hidup ini hanya untuk mati…….jadi gunakanlah hidup ini semaksimal mungkin. Untuk bekal kematian kita nanti
#kematian kita sudah dekat#######,” begitu bunyi salah satu statusnya.

Status tersebut mengundang komentar beberapa temannya. Ada yang menanggapinya dengan canda dan ada juga yang menyatakan keheranannya dengan status itu.

Begini beberapa percakapan dalam status tersebut:

Di statusnya yang lain, almarhum Dodi juga sempat bercanda dengan mengupload foto temannya yang sedang baring di dalam semak-semak sambil menuliskan caption begini:

Telah ditemukan seorang mayat di semak”….bagi SIAPA yang merasa dia keluarganya segeralah hubungi kantor polisi terdekat…….,” begitu caption gambar itu.

Di kesempatan lain melalui akun facebooknya tersebut, Dodi pernah menulis status dan dikirimnya ke grup Facebook Wuna Rantau. Isinya sangat pribadi sebenarnya. Dia meminta saran kepada anggota grup tentang masalah yang dihadapinya. Masalah dengan pacarnya.

Mungkin apa yang dituliskannya hanya sekedar guyon, main-main, meskipun isinya seolah-olah dia sedang bingung dan pusing.

Tapi entahlah, kita tidak bisa percaya begitu saja apa yang tertulis dalam status Facebook seseorang. Hanya Tuhan dan yang bersangkutan yang tahu.

Dodi kini telah tiada. Dia mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Warga pun sempat geger atas penemuan mayatnya tergantung di pohon jambu dengan seutas tali.

Saat ditemukan, mayat Dodi tak dikenali lagi. Tubuhnya tak utuh lagi. Sudah mengering. Bahkan kepalanya sudah berbentuk tengkorak.

Hasil autopsi dokter forensik RS Bhayangkara menyimpulkan bahwa Dodi yang berprofesi sebagai kuli bangunan meninggal dunia karena murni gantung diri.

Penulis: Jumaddin Arif

Beri Komentar
Loading...

Terpopuler

Panji Kendari merupakan media online yang mengabarkan peristiwa terkini di jazirah Sulawesi Tenggara dengan mengedepankan potensi daerah, potensi wisata, dan kejadian-kejadian untuk para pembaca.

STATISTIK WEB

Facebook

To Top
error: Content is protected !!