Soal Indikasi Korupsi Ring Road Laworo, Kinerja Kejati Sultra Dipertanyakan

- Penulis

Sabtu, 9 Maret 2019 - 08:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Presidium Gerak Sultra Nur Arduk.

i

Presidium Gerak Sultra Nur Arduk.

panjikendari.com, Muna – Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Sulwesi Tenggara (Sultra) mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi Kejati Sultra dalam menangani laporan indikasi korupsi pembangunan jalan lingkar (ring road) Laworo, Kabupaten Muna Barat.

Pertanyaan ini menyusul adanya pengakuan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Mudin Aristo yang belum mengetahui mengenai laporan dugaan korupsi Ring Road Laworo yang dilaporkan sejak tahun 2016.

Presedium Gerak Sultra yang juga pelapor, Nur Arduk, menganggap aneh pernyataan Kajati Sultra yang belum mengetahui adanya laporan kasus tersebut. Padahal menurut dia, dugaan korupsi Ring Road Laworo telah dilaporkan ke Kejari Raha dan Kejati Sultra pada bulan Februari tahun 2016 silam.

“Okelah, mungkin pak Kajati saat ini belum lama tugas di Sultra. Tapi paling tidak, sejak awal masa tugasnya, beliau semestinya sudah menginventarisasi kasus-kasus yang belum dituntaskan sebelumnya. Jadi, aneh rasanya kalau kemudian Kajati Sultra mengatakan seperti itu (tidak mengetahui, red),” ketus Arduk.

Berkenaan dengan itu, Arduk khawatir jangan sampai laporan yang disampaikannya ke Kejati Sultra pada Februari 2016 sudah raib atau tercecer di tempat sampah. Padahal dokumen laporan yang dimasukkan sangat lengkap, termasuk menyertakan foto-foto fisik di lapangan.

Menurut Arduk, kasus jalan lingkar Laworo ini cukup seksi dan telah menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat, bahwa ada indikasi pekerjaan tidak sesuai bestek, penggunaan material yang tidak berkualitas, karena hanya dalam jangka waktu tidak cukup satu tahun, jalan yang menelan anggaran Rp 98 miliar itu sudah rusak parah.

“Secara kasat mata, ada kesalahan dalam pekerjaan proyek jalan. Anak SD pun tahu kalau ada yang tidak beres dengan pekerjaan jalan di Mubar. Bayangkan, hanya dalam hitungan bulan, kondisi jalan sudah rusak, sudah ditumbuhi rumput,” ungkapnya.

Baca Juga  Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Pernyataan Hasan Nasbi Terkait Teror Kepala Babi di Kantor Tempo

Parahnya lagi, kata Arduk, pada tahun 2017, Pemda Mubar kembali menganggarkan Rp 12 miliar. Tahun ini kurang lebih Rp 24 miliar. “Jadi, jalan yang sudah dikerja tahun 2015, sekarang ditimbun lagi. Waktu pak Kajati kunker ke Mubar kemarin, mestinya lewat di jalan itu. Tapi karena mungkin beliau tidak lewati, pasti tidak tahu,” sindir Arduk.

Olehnya itu, Arduk kembali menantang Kajati Sultra untuk menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam memberantas korupsi di Sultra, salah satunya dugaan korupsi jalan lingkar Laworo. Untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kinerja kejaksaan.

“Apalagi pak Kajati sudah hadir di Mubar, di tengah-tengah masyarakat Mubar. Tentu masyarakat pasti berpikir, kehadiran Kajati di Mubar erat kaitannya dengan kasus korupsi yang pernah dilaporkan. Dan akan menjadi pertanyaan besar jika setelah pak Kajati dari Mubar, lantas tidak ada progres penanganan laporan,” kata Arduk.  (brj/jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau
Longboat Patah Baling-Baling di Perairan Muna, Basarnas Evakuasi 8 Penumpang Selamat
Mabes Polri Diminta Copot Kapolres Konawe Utara Imbas Maraknya Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:52 WITA

Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir

Berita Terbaru