Polda Sultra Ditantang Usut Dugaan Pungli Dana Desa di Muna

- Penulis

Minggu, 12 Januari 2020 - 10:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa yang dilakukan FAPM Sultra, Selasa, 7 Januari 2020.

i

Aksi unjuk rasa yang dilakukan FAPM Sultra, Selasa, 7 Januari 2020.

panjikendari.com – Forum Aktivis Pergerakan Mahasiswa (FAPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyuarakan dugaan pungutan liar (Pungli) dana desa di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Mereka bahkan menantang Polda Sultra untuk mengusut tuntas dugaan Pungli dana desa tersebut yang melibatkan oknum-oknum di pemerintahan LM Rusman Emba tersebut.

“Polri bersama Kemendagri dan Kemendes PDTT telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang pengawasan penggunaan dana desa. Olehnya itu, kita ingin melihat bagaimana keseriusan Polda Sultra dalam mengawasi penggunaan dana desa di Sultra, khususnya di Kabupaten Muna,” kata Ketua FAPM Sultra, La Ode Abdul Naga, Minggu, 12 Januari 2020.

Menurut Naga, pihaknya telah melaporkan tentang dugaan pungli dana desa di Kabupaten Muna ke Polda Sultra saat unjuk rasa belum lama ini.

Dugaan pungli tersebut, kata Naga, dilakukan oleh oknum pemerintah Kabupaten Muna dengan modus meminta uang kepada sejumlah Penjabat (Pj) kepala desa (Kades) di daerah tersebut.

“Berdasarkan hasil telusuran kami di lapangan, dan berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima, sejumlah Pj Kades dimintai uang, berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta,” ungkapnya.

Olehnya itu, Naga berharap Polda Sultra dapat menginstruksikan kepada jajarannya untuk membongkar dan menangkap para ‘maling’ dana desa tersebut.

Naga mengakui, pungli dana desa di Kabupaten Muna memang agak susah untuk dibuktikan karena dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“Para penjabat kades agak risau dengan praktik pungli ini. Mereka serba dilematis. Ibaratnya; tidak menyetor mati bapak, menyetor mati mama,” ujarnya.

Kata Naga, Pungli dana desa tidak sulit dilakukan karena meskipun anggarannya ditransfer langsung ke rekening desa namun pencairannya berdasarkan rekomendasi pihak-pihak di atas.

Baca Juga  Video: Proses Evakuasi 23 Anggota Pramuka SMPN 2 Kolaka di Hutan Keakea

“Jadi, gampang saja bagi oknum-oknum di atas untuk menekan ke bawah mendapatkan apa yang diinginkan,” ucapnya.

Olehnya itu, Naga lagi-lagi mendesak Polda Sultra untuk serius turun tangan menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bentuk pengejawantahan MoU yang telah dibuat.

“Kami memang tidak cukup bukti terkait kasus ini sebagaimana yang disampaikan pihak Polda Sultra. Namun semestinya Polda Sultra menjadikan sebagai informasi awal untuk melakukan penyelidikan,” jelas Naga.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa yang juga turut dalam aksi unjuk rasa FAPM Sultra belum lama ini, La Rice, secara terpisah menambahkan bahwa pungli dana desa di Muna sudah menjadi rahasia umum.

Dikhawatirkan, kata Rice, pungli tersebut dapat memicu terjadinya kejahatan lain untuk dapat memenuhi permintaan uang dari atas. “Misalnya bisa saja terjadi penyimpangan atau mark up anggaran program untuk menggantikan uang yang mereka setor,” kata La Rice.

Karena itu, La Rice mengatakan, Polda Sultra mesti memberikan perhatian serius terhadap masalah ini, apalagi Muna merupakan salah satu dari tujuh daerah di Sultra yang akan menyelenggarakan Pilkada.

Pungli dana desa kata dia sangat memungkinkan untuk dilakukan untuk menyokong biaya politik petahana. “Karena kami menduga, pungli dana desa ini atas perintah dari pimpinan yang lebih tinggi,” duganya.

“Polda Sultra tidak bisa tinggal diam atas hal ini. Minimal menyampaikan kepada kami atau kepada publik tentang bagaimana tindak lanjut dari laporan yang kami sampaikan. Bilang saja kalau memang Polda Sultra tidak mampu supaya kami cari alternatif lain,” tutupnya. (jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau
Longboat Patah Baling-Baling di Perairan Muna, Basarnas Evakuasi 8 Penumpang Selamat
Mabes Polri Diminta Copot Kapolres Konawe Utara Imbas Maraknya Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:52 WITA

Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:28 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau

Berita Terbaru