Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim (kanan).

panjikendari.com – Program pembangunan Kota Kendari tahun anggaran 2019 sudah berjalan. DPRD berharap Pemkot dapat menuntaskan program pembangunan tanpa defisit dan utang.

Harapan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim. Politikus PAN ini mengatakan, berkaca dari realisasi APBD 2018, Kota Kendari mengalami defisit sekitar Rp 70 miliar.

“APBD kita kemarin (2018) mengalami defisit sekitar Rp 70 miliar, dan ada beberapa pekerjaan sudah dikerjakan oleh pihak ketiga namun sampai saat ini belum dibayarkan,” kata Samsuddin Rahim.

Menurutnya, kondisi anggaran yang defisit, baru terjadi sejak selama dua periode dirinya duduk menjadi anggota DPRD Kota Kendari. Hal ini terjadi akibat tidak tercapainya pendapatan, baik dari pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU), maupum bagi hasil dari sumber-sumber lain yang sah.

Olehnya itu, kata dia, dewan akan mendorong Pemkot Kendari agar pada tahun 2019 dapat menyelesaikan program tanpa defisit dan tanpa utang. Jika setiap tahun mengalami defisit maka utang kepada pihak  ketiga akan semakin menumpuk dan secara otomatis akan berdampak pada pelaksanaan pembangunan selanjutnya.

“Masalah defisit ini kita akan rekomendasikan melalui rapat paripurna laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kendari Tahun 2018. Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Senin (tanggal 8 April 2019),” sebut Samsuddin Rahim.

Bukan hanya itu, melalui LKPJ, DPRD juga akan memberikan rekomendasi tentang capaian-capaian pembangunan selama tahun 2018 dan apa yang belum dicapai untuk dilaksanakan pada tahun 2019.

Pada pokoknya, kata Samsuddin Rahim, ada beberapa yang dititikberatkan sebagai rekomendasi LKPJ nanti, yakni, persoalan banjir, kemacetan, dan masalah persampahan.

“DPRD akan fokus pada tiga masalah itu sebagai masalah umum di perkotaan dan juga tidak melupakan persoalan-persoalan lain seperti masalah pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita masyarakat Kota Kendari yang kita harapkan tahun 2019 ini bisa dinaikkan sehingga bisa mencapai rata-rata pendapatan per kapita nasional,” katanya. (yat)

Beri Komentar