Ridwan Bae saat foto bareng masyarakat. Tampak Pablo (kanan) mengangkat 4 jari sebagai nomor urutnya.

panjikendari.com – Muh. Agus Salim atau akrab disapa Pablo, calon anggota DPRD Kota Kendari menggagas kegiatan Temu Relawan Muh Agus Salim, di kediamannya, Jalan R Suprapto, Kelurahan Mandonga, Senin, 8 April 2019.

Dalam kegiatan tersebut, Pablo yang juga caleg Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) Mandonga-Puuwatu nomor urut 4 ini menghadirikan para petinggi Golkar.

Tampak Ketua Golkar Sultra yang juga anggota DPR RI Ridwan Bae, Ketua Golkar Kota Kendari Muhammad Hikman Ballagi, caleg DPRD Sultra La Ode Aca, pengurus Golkar Kendari Lodewijk Sonaru, dan sejumlah kader Golkar lainnya.

Di hadapan ratusan relawan Muh Agus Salim, Ridwan Bae mengungkapkan hal-hal yang telah dilakukannya selama empat tahun duduk di senayan sebagai wakil rakyat Sultra di pusat.

Menurut Ridwan, sejak ia duduk di DPR RI hingga saat ini, sudah triliunan anggaran turun di Sultra. Dana tersebut turun melalui dana alokasi khusus (DAK) yang diperuntukkan untuk pembangunan berbagai infrastruktur.

Mulai dari pembangunan jalan nasional, jembatan, irigasi, bendungan, embung, perumahan, bandar udara, pelabuhan laut (feri), dan beberapa program lainnya.

“Banyak sekali yang diturunkan di Sultra. Dari beberapa program tersebut, yang paling berat yang menjadi cita-cita saya adalah soal jembatan penghubung dan kereta api.”

“Jadi, kereta api dan jembatan penghubung itu, empat tahun saya berkelahi sama menteri. Baru tahun 2019 ini disetujui, dianggarkan,” aku Ridwan.

Kata dia, kereta api akan dibangun dari Kendari-Unaaha-Raterate-Kolaka-Kolaka Utara. Itu tahap awal, tapi jangka panjangnya adalah dari Kendari sampai di Makassar. Kemudian Kendari ke Palu, Kendari ke Gorontalo, dan Kendari ke Manado.

Program kereta api tersebut, kata Ridwan yang duduk di Komisi V DPR RI, mulai direncanakan tahun 2019 ini, termasuk jembatan penghubung dari daratan Muna-Konsel dan daratan Muna- Buton.

“Itu adalah murni perjuangan saya,” klaim Ridwan. “Tahun 2024 atau 2025, kalau bapak ibu ke Muna atau ke Baubau tinggal pilih, mau naik kapal boleh, mau naik feri boleh, mau langsung pakai motor atau mobil tanpa lewat kapal feri juga sudah bisa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Golkar Kota Kendari Muhammad Hikman Ballagi yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata, mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk tidak lupa datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019 untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Pilihlah calon-calon yang dapat memperjuangkan kepentingan bapak ibu sekalian ketika sudah duduk nanti. Saya rasa bapak ibu sudah taulah mana figur-figur yang tepat untuk dipilih,” kata Hikman Ballagi yang juga Calon anggota DPRD Sultra nomor urut 2 Partai Golkar dapil Kota Kendari.

Sedangkan Muh Agus Salim alias Pablo, lebih mengutarakan alasannya sehingga ia memilih maju bertarung di DPRD Kota Kendari dapil Mandonga-Puuwatu. Peraih medali perak cabang olahraga biliar pada Porprov Sultra di Kolaka ini, terpanggil mencalonkan diri untuk sebuah cita-cita mulia, yakni, memperjuangkan kepentingan masyarakat.

[caption id="attachment_4963" align="aligncenter" width="960"] Muh Agus Salim saat berpose bersama Ridwan Bae.[/caption]

Pablo sejatinya menghadapi Pra-PON 2019 untuk cabor biliar. Namun karena Pemilu makin dekat sehingga Pablo memilih fokus terlebih dahulu dengan urusan politik.

“Dengan posisi tanpa incumben di Partai Golkar untuk dapil Mandonga-Puuwatu, saya yakin kita bisa dapat kursi. Apalagi dengan melihat antusias para relawan dan pendukung yang hari ini, saya pun semakin optimis bahwa perjuangan kita selama ini akan membuahkan hasil,” kata Pablo.

Pablo mengaku, banyak hal-hal yang ingin diperjuangkan jika nanti diberi amanah menjadi wakil rakyat nanti. Salah satunya adalah bagaimana mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Taruhlah misalnya di program PKH (program keluarga harapan), masih banyak masyarakat di sekitar kita yang seharusnya layak mendapatkan program tersebut tetapi tidak dapat. Begitu juga dengan bedah rumah, ada beberapa rumah yang seharusnya layak dibantu tapi tidak dapat juga,” sebutnya.

Olehnya itu, kata Pablo, masalah-masalah tersebut akan menjadi fokus utama dalam menjalankan tugas kedewanan jika terpilih nanti. Tentu, dengan tidak mengabaikan persoalan-persoalan lain yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat. (jie)

Beri Komentar