PENDIDIKAN

Gurdacil Sultra Jadi Terbaik Kedua Guru Berprestasi dan Berdedikasi

Penghargaan Guru SD Daerah Khusus Berprestasi dan Berdedikasi
64

panjikendari.com – Seorang guru daerah terpencil (Gurdacil) perwakilan Sulawesi Tenggara, Edi Arham SPi MPd menerima penghargaan sebagai terbaik kedua kategori Guru SD Daerah Khusus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2018.

Ajang yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu, dilaksanakan tanggal 10 hingga 18 Agustus di Hotel Sahid Jakarta. Diikuti oleh 64 guru SD daerah khusus perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Usai menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendy MAP, guru SDN Lalowata Kabupaten Konawe ini mengungkapkan, seluruh peserta yang lolos pada tahapan finalis telah melalui seleksi tingkat kabupaten dan provinsi.

Setiap provinsi mengirim dua wakilnya yang terdiri dari seorang guru laki-laki dan seorang guru perempuan. “Untuk Sultra, saya dengan ibu Sitti Karmina dari SD Negeri 9 Pasir Putih Kabupaten Muna,” katanya.

Mantan karyawan Bank BII ini menjelaskan, saat di Jakarta seluruh peserta mengikuti berbagai kegiatan, baik yang bersifat penilaian maupun wisata. Pada tahapan penilaian terbuka, peserta dikelompokkan dalam delapan kelompok kecil yang beranggotakan delapan guru yang berbeda asal provinsinya.

“Awalnya kami melakukan presentasi dan sosiometri di kelompok masing-masing. Selanjutnya, setiap kelompok memilih dan merekomendasikan satu orang yang dianggap paling berprestasi dan berdedikasi untuk mewakili kelompok dalam presentasi di hadapan juri dan seluruh peserta,” jelas pria kelahiran 09 Juni 1979 itu.

Dalam kelompok kecil, ayah dua orang putra ini bersama guru perempuan dari Papua Barat, guru perempuan dari Aceh, guru laki-laki dari Gorontalo, guru perempuan dari Yogyakarta, guru laki-laki dari Sumatera Selatan, guru laki-laki dari Kalimantan Timur, dan guru perempuan dari Nusa Tenggara Barat.

“Sebenarnya mereka semua guru hebat dan berdedikasi, saya sangat salut pada perjuangan mereka dalam mendidik anak-anak di daerah masing-masing. Entah apa alasan mereka sehingga memilih saya masuk dalam tahap penilaian juri dan peserta keseluruhan,” puji guru yang telah mengabdikan diri selama 10 tahun di daerah terpencil ini.

Ditanya lebih jauh kemungkinan alasan mengapa dirinya bisa terpilih menjadi juara dua, baik itu dalam kelompok kecil maupun tahapan penjurian, Edi Arham yang juga hobi membaca, mengungkapkan, selain memaparkan kondisi geografis daerah tempat tugas serta kendala dan hambatan yang dihadapinya, dia juga memaparkan sejumlah karya inovasi media pembelajaran yang telah diciptakan dan menjuarai beberapa lomba tingkat nasional.

“Mungkin nilai plusnya karena saya menunjukkan beberapa karya inovasi media pembelajaran, serta mengajak peserta untuk selalu menghasilkan karya yang berguna dalam pembelajaran di kelas,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi di daerah khusus atau daerah terpencil memang identik dengan keterbatasan. Namun demikian, keterbatasan dan kesulitan hidup yang dialami tidak harus menjadi kendala tetapi harus dijadikan peluang untuk berkarya.

“Saya selalu berpesan kepada teman-teman di Latoma bahkan saat presentasi di hadapan peserta dan juri, bahwa walaupun kita bertugas di daerah terpencil namun jangan mau dikucilkan. Bertugas di daerah terbelakang tapi jangan mau di belakang, dan bertugas di daerah tertinggal tapi jangan mau ketinggalan,” bebernya.

Beberapa karya inovasi pembelajaran yang telah diciptakan dan berhasil menembus level nasional diantaranya, media pembelajaran Ma Kokar (Halma Koordinat Kartesius), media pembelajaran Algamusi Balistik (Alat Peraga Multi Fungsi Bahan Limbah Pelastik), Media Pembelajaran Robam (Rotan Bambu), dan media pembelajaran Mega Sigra (Media Peraga Simulasi Gerhana).

Atas torehan prestasi membanggakan, guru yang mengantongi ijazah Sarjana Perikanan dan Magister Pendidikan itu memperoleh penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta uang pembinaan dan sebuah laptop.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas prestasinya masuk dalam tiga pemakalah terbaik pada Seminar Nasional Guru Berprestasi Tingkat Nasional yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penulis: Jumaddin Arif

Beri Komentar
Loading...

Terpopuler

Panji Kendari merupakan media online yang mengabarkan peristiwa terkini di jazirah Sulawesi Tenggara dengan mengedepankan potensi daerah, potensi wisata, dan kejadian-kejadian untuk para pembaca.

STATISTIK WEB

Facebook

To Top
error: Content is protected !!