PEMERINTAHAN

Bupati Muna Tunjuk Amiruddin Jadi Plt Kadis Pariwisata

88

panjikendari.com – Bupati Muna LM Rusman Emba resmi menunjuk Amiruddin sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Amiruddin pada Jumat 24 Agustus 2018 dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, dari jabatan sebelumnya sebagai Kabag Humas Pemda Muna. Hanya selang tuga hari, Amir –sapaan Amiruddin- langsung ditunjuk menjadi Plt Kadis Pariwisata.

Penunjukan tersebut tertuang dalam surat perintah pelaksana tugas nomor: 090/1666. Ditandatangani Bupati Muna LM Rusman Emba. Terhitung mulai tanggal 27 Agustus 2018, disamping jabatan sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Muna.

Bupati Muna Rusman Emba menyatakan, penunjukan pelaksana tugas Kadis Priwisata tersebut dimaksudkan mengisi kekosongan jabatan sementara waktu, serta dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan kelancaran pelayanan masyarakat.

Menurut Rusman, penunjukan Plt Kadis Pariwisata tersebut dilakukan merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni, UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, Perda Kabupaten Muna No 06 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Muna, serta mengacu pada Surat BKN No K.26-30/V.20-3/99 Tanggal 5 Februari 2016 Perihal Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian.

Rusman berharap, pelaksana tugas Kadis Pariwisata dapat melaksanakan perintah ini dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab, dalam rangka pengembangan potensi pariwisata di Muna sebagai salah satu sektor andalan kedepan.

Apalagi, kata Rusman, saat ini Pemda Muna sedang menghadapi ajang bergengsi, yaitu, Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018, yang mana salah satu destinasi wisata di Muna, dalam hal ini Gua Liangkabori masuk nominasi API 2018 kategori Situs Sejarah Terpopuler.

Rusman berharap, dalam ajang ini, Gua Liangkabori Muna dapat terpilih menjadi juara API tahun ini. Tentu, kata dia, untuk mencapai target juara tersebut dibutuhkan seorang leader yang memiliki kemampuan manajerial agar situs sejarah gua karts Liangkabori dapat menjadi tujuan wisata terpopuler.

Sementara itu, Plt Kadis Pariwisata Muna, Amiruddin mengatakan, jabatan Plt Kadis merupakan amanah yang harus diemban dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Sebagai Kadis baru tentu saya berkewajiban untuk menyukseskan pariwisata dengan tageline Mai Te Wuna. Tetapi hal terpenting adalah bagaimana kita membangun pariwisata Muna yang berkarakter,” ujar Amir.

Kedepan, lanjut Amir, pengembangan pariwisata Muna tidak hanya fokus pada wisata bahari, tetapi juga pada wisata budaya dan wisata adventure. Pariwisata, kata dia, merupakan industri yang mampu memberikan multi efek dan membuka lapangan kerja. “Olehnya itu harus dikelola secara baik dan profesional,” katanya.

Mengenai kesiapan menghadapi ajang API 2018, Amir mengaku, hingga malam tadi sedang mengikuti pertemuan bersama tim API 2018 yang dipimpin Bupati Muna.

“Besok (Rabu, 29 Agustus 2018) Insya Allah tim juri akan berkunjung ke Gua Liangkabori untuk melakukan penilaian,” terangnya.

Kendati hasil penilaian tim juri juga ikut menentukan dalam ajang API 2018 ini, namun Amir sangat berharap dukungan masyarakat Muna dan masyarakat Sulawesi Tenggara agar Gua Liangkabori keluar sebagai pemenang.

Harapan itu berkaitan dengan poling hasil SMS yang sangat menentukan dalam penentuan pemenang API 2018. Karena itu, mengajak masyarakat Muna dan masyarakat Sultra, baik yang ada di Sultra maupun di perantauan untuk mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya dengan cara ketik API (spasi) 10D kirim ke 99386.

Seperti diberitakan sebelumnya, destinasi wisata Gua Liangkabori Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2018 untuk kategori Situs Sejarah Terpopuler.

Gua Liangkabori sendiri bersaing dengan 9 destinasi wisata di beberapa provinsi lainnya di Indonesia, yaitu, Benteng Belgica (Maluku), Benteng Otanaha (Gorontalo), Candi Singosari (Malang), Istana Kuning (Kotawaringin Barat), Kawasan Kota Tua (Jakarta Utara), Patung Mejan (Pakpak Bharat), Pugung Raharjo (Lampung Timur), Rumah Bung Karno (Bengkulu), dan Rumah Gadang Panjang (Solok Selatan).

Kesepuluh destinasi wisata tersebut akan dinilai oleh masyarakat melalui pemungutan suara (voting) yang dilaksanakan mulai 1 Juni 2018 sampai dengan 31 Oktober 2018.

Penulis: Jumaddin Arif

Beri Komentar
Loading...

Terpopuler

Panji Kendari merupakan media online yang mengabarkan peristiwa terkini di jazirah Sulawesi Tenggara dengan mengedepankan potensi daerah, potensi wisata, dan kejadian-kejadian untuk para pembaca.

STATISTIK WEB

Facebook

To Top
error: Content is protected !!